Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi
Dua negara sepakati perluasan kerja sama pendidikan melalui pertukaran akademik, beasiswa, dan riset bersama.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 01.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi menandai langkah strategis dalam memperkuat hubungan kerja sama di bidang pendidikan melalui pertemuan tingkat tinggi di Jakarta. Pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini melibatkan sejumlah menteri kabinet serta rektor perguruan tinggi, dengan fokus pada program konkret yang dapat segera diimplementasikan. Salah satu poin utama yang dibahas adalah penguatan kolaborasi di jenjang pendidikan tinggi melalui pertukaran mahasiswa, dosen, serta kerja sama dalam penelitian bersama.
Kerja sama juga mencakup pengembangan program gelar bersama dan bimbingan bersama antarlembaga pendidikan. Pihak Arab Saudi menegaskan komitmen untuk membuka akses beasiswa bagi pelajar Indonesia secara luas, dengan total lebih dari 1.000 kursi yang tersedia. Menurut perwakilan pemerintah Saudi, sejauh ini hanya sekitar separuh dari beasiswa tersebut yang telah dimanfaatkan, sehingga terdapat peluang besar untuk peningkatan partisipasi.
Beasiswa yang disediakan mencakup berbagai bidang studi, mulai dari sains dan teknologi hingga humaniora, menunjukkan komitmen penuh terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Arab Saudi juga menyoroti keunggulan akademik institusi pendidikannya, dengan sekitar 15 universitas masuk dalam peringkat dunia terbaik, termasuk lima universitas yang berada dalam 100 besar dunia dan tiga hingga lima universitas yang menempati posisi 10 besar global.
Dengan dukungan dari Duta Besar Arab Saudi di Indonesia, langkah-langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan kemitraan jangka panjang di bidang pendidikan dan pengetahuan. Fokus utama tetap pada pemanfaatan potensi akademik kedua negara untuk menciptakan generasi muda yang unggul, berdaya saing global, dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026

Nusron: 87,52% Lahan Sawah Nasional Sudah Dilindungi
Pemerintah mencapai 87,52% penetapan lahan pertanian berkelanjutan, melampaui target nasional, meski Banten dan Bali masih menghadapi tekanan alih fungsi sawah ke industri dan pariwisata.
9 September 2026
Berita Lainnya

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Produksi Motor Listrik Nasional Siap Capai 100 Ribu Unit Tahun Depan
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA

LPS Dorong Literasi Keuangan Melalui Festival di Lampung
Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA


