Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Dorong Kolaborasi Jepang Lewat 32 Proyek Infrastruktur Strategis

Pemerintah menawarkan 32 proyek infrastruktur strategis dari sembilan BUMN/BUMD dengan nilai total Rp207,64 triliun kepada investor Jepang melalui forum bisnis tahunan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Dorong Kolaborasi Jepang Lewat 32 Proyek Infrastruktur Strategis
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia menghadirkan 32 proyek infrastruktur strategis dari sembilan badan usaha milik negara dan daerah sebagai langkah konkret memperkuat kemitraan ekonomi dengan Jepang. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai sektor kunci, termasuk jalan tol, pengembangan kawasan hunian, properti komersial, perkeretaapian, Transit-Oriented Development (TOD), pelabuhan, logistik, serta fasilitas produksi baja. Semua proyek telah melalui proses kurasi ketat untuk memastikan kelayakan dan potensi pertumbuhan tinggi.

Forum Indonesia-Japan Transportation and Infrastructure Business Forum and Business Matching 2026 menjadi wadah utama pertemuan antara perwakilan 36 perusahaan Jepang dan pihak-pihak yang mengelola proyek di Indonesia. Forum ini digelar atas kerja sama antara Kementerian Koordinasi Perekonomian dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, dengan tujuan mempercepat aliran investasi dan transfer teknologi. Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan menegaskan bahwa proyek-proyek ini dirancang untuk mendukung percepatan pembangunan nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi jangka panjang.

Indikator ekonomi dalam negeri yang stabil menjadi fondasi kuat dalam menarik minat investor. Pada semester pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen, inflasi terkendali di level 3,34 persen (year-on-year), serta realisasi investasi telah melebihi angka Rp1.010 triliun. Kredibilitas ekonomi Indonesia juga diperkuat oleh peringkat utang BBB dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings, serta survei JETRO FY2025 yang menunjukkan sebanyak 69,1 persen perusahaan Jepang di Indonesia optimistis akan meraih laba operasional.

Pemerintah menilai kemitraan dengan Jepang sebagai pilar penting dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan investasi produktif, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Sejumlah proyek strategis seperti MRT Jakarta dan Pelabuhan Patimban menjadi bukti nyata komitmen Jepang dalam pembangunan Indonesia selama lebih dari tujuh dekade.

Dalam forum tersebut, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo Maria Renata Hutagalung menekankan pentingnya menjaga momentum kerja sama yang telah terjalin secara konsisten. Ia menyampaikan harapan agar forum ini menjadi langkah awal dalam memperluas kolaborasi di bidang investasi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penyebaran pengetahuan dan teknologi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya