Indonesia Prioritaskan Gas untuk Kebutuhan Dalam Negeri
Pemerintah menegaskan seluruh produksi gas bumi akan digunakan untuk kepentingan domestik, dengan fokus pada hilirisasi dan kemandirian energi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan komitmen memprioritaskan seluruh potensi gas bumi nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sebagai bagian dari strategi ketahanan energi dalam kondisi yang disebut sebagai “survival mode”. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi saat meresmikan operasional sumur gas Jangkrik North East #6 serta fasilitas produksi lapangan Maha South Hub di atas kapal pengolah gas, berjarak 12 mil dari kepulauan Kalimantan Timur.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan bahwa arahan dari rapat kabinet paripurna telah jelas: sumber daya alam harus dimanfaatkan terlebih dahulu untuk kepentingan dalam negeri. “Ini bukan sekadar kebijakan, tapi keharusan dalam menghadapi tantangan global saat ini,” tegasnya, menekankan bahwa pemanfaatan gas bumi akan diperuntukkan bagi pembangunan pusat hilirisasi petrokimia di Kalimantan Timur guna meningkatkan nilai tambah, pendapatan negara, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Pemerintah juga menyatakan siap meninjau ulang atau bahkan menghentikan ekspor gas ke negara-negara yang dianggap tidak menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan saling menghargai dalam kerja sama. Bahlil menegaskan bahwa hubungan internasional harus didasarkan pada etika diplomasi yang seimbang, bukan hanya kepentingan ekonomi semata. Ia menyiratkan bahwa negara yang tidak menghargai Indonesia tidak akan mendapatkan prioritas dalam kontrak pasokan energi.
Sebaliknya, pemerintah tetap terbuka untuk menjalin kerja sama dengan negara-negara yang menunjukkan sikap menghormati kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. “Kami tidak menolak kerja sama, asal ada rasa saling menghargai,” tegasnya, menekankan bahwa kesetaraan dalam hubungan internasional menjadi fondasi utama. Ia juga menyoroti pentingnya membangun kontrak baru dengan negara-negara yang secara etis mengakui posisi Indonesia sebagai mitra yang setara.
Pernyataan ini menggambarkan kembali komitmen pemerintah untuk menjaga kedaulatan energi nasional, di mana perjuangan untuk kemerdekaan tetap menjadi landasan dalam setiap kebijakan. “Kami tidak akan membiarkan negara lain meremehkan atau merasa lebih unggul atas Indonesia,” tegasnya, menekankan bahwa kebijakan energi bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal harga diri dan martabat bangsa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

