Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara

Pemerintah berencana mengembangkan bensin berbasis batu bara sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor energi, setelah sukses mandiri produksi solar dari kelapa sawit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 17.45 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan transformasi besar dalam sektor energi dengan rencana produksi bensin dari batu bara sebagai alternatif bahan bakar minyak domestik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional, mengurangi risiko ketergantungan pada impor, dan memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam negeri secara optimal. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa inovasi ini bukan sekadar gagasan, melainkan hasil riset mendalam dari akademisi dan teknisi dalam negeri.

Pengembangan bensin dari batu bara dilandasi oleh keberhasilan program biodiesel berbasis kelapa sawit yang telah mencapai level B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia secara resmi berhenti mengimpor solar, karena produksi dalam negeri telah mencukupi kebutuhan domestik. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya lokal untuk memenuhi kebutuhan energi nasional tanpa bergantung pada pasar global yang dinamis dan penuh ketidakpastian.

Presiden menekankan bahwa ketergantungan pada impor bahan bakar berisiko tinggi, terutama dalam konteks gejolak geopolitik yang masih mengancam stabilitas pasokan energi dunia. Ia mencontohkan situasi global di mana meski negara memiliki dana cukup, pasokan solar tetap terbatas. “Hari ini solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya,” ujarnya, menegaskan pentingnya membangun kapasitas produksi dalam negeri.

Langkah serupa telah dilakukan China dengan membangun proyek konversi batu bara menjadi minyak, gas, dan bahan kimia di wilayah Mongolia Dalam. Proyek raksasa ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi di tengah ketegangan geopolitik yang terus berlanjut. China memperkuat kapasitas produksi domestik guna mengamankan pasokan energi, sebuah pendekatan yang kini menjadi acuan bagi Indonesia dalam merancang program transformasi energi berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya