INKA Percepat Transformasi Pasca-Risiko Keuangan Menguat
INKA menyatakan mempercepat pembenahan internal menyusul sorotan BP BUMN terhadap kerugian Rp677 miliar dan utang tak berkelanjutan Rp4,7 triliun.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Industri Kereta Api (Persero) menegaskan komitmen mempercepat transformasi sistemik menyusul temuan kritis dari Badan Pengatur BUMN terkait kondisi keuangan perusahaan yang dinilai tidak berkelanjutan. Dalam pernyataan resmi, manajemen INKA mengakui adanya tantangan signifikan, termasuk kerugian operasional sebesar Rp677 miliar dan ekuitas negatif, serta beban pinjaman yang tidak berkelanjutan mencapai sekitar Rp4,7 triliun. Langkah strategis kini difokuskan pada perbaikan fundamental, mulai dari tata kelola proyek hingga peningkatan efisiensi operasional.
Pembenahan tidak hanya terbatas pada aspek keuangan, melainkan menyeluruh meliputi rantai nilai dari perencanaan hingga penyelesaian proyek. General Manager Corporate Secretary INKA, Bambang Sutrisno, menekankan pentingnya disiplin dalam pengelolaan kontrak, pengendalian biaya, dan pemenuhan jadwal. Setiap proyek, kata dia, harus dikelola secara terintegrasi dan akuntabel agar mampu memberikan nilai bagi pelanggan sekaligus memperkuat stabilitas perusahaan.
Dalam proses transformasi, INKA juga memperkuat sistem produksi dan pengendalian kualitas untuk menjamin keselamatan serta keandalan produk yang dihasilkan. Tujuan jangka panjangnya adalah membangun kapabilitas industri perkeretaapian nasional yang mandiri, dari sisi teknologi, manufaktur, hingga ekosistem pendukung. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di sektor ini menjadi kunci untuk menciptakan perusahaan yang profesional, kompetitif, dan berkelanjutan.
BP BUMN sebelumnya menyoroti kondisi INKA sebagai tidak sehat secara finansial, menyoroti ironi bahwa perusahaan manufaktur dengan pasar jelas justru mengalami kerugian besar dan beban utang yang tidak berkelanjutan. Kepala BP BUMN dan COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pemulihan hanya bisa terjadi jika ada komitmen bersama untuk memperbaiki tata kelola perusahaan secara transparan dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kenaikan Harga Minyak Akibat Gangguan Ekspor Saudi dan Libya
Harga minyak dunia melonjak pada Selasa (15/9/2026) akibat gangguan ekspor dari Arab Saudi dan Libya, ditambah serangan terhadap infrastruktur energi, memicu kekhawatiran pasokan global.
16 September 2026

Usulan Batalkan Rotasi Pegawai Dikabulkan Setelah Kritik Internal
Dirjen Pajak meminta pembatalan mutasi besar-besaran yang dilakukan era Purbaya karena nama-nama tak melalui proses assessment secara transparan.
16 September 2026

Asing Lanjutkan Aksi Jual, Mandiri Pimpin Penurunan IHSG
Investor asing terus menjual saham di BEI, dengan Bank Mandiri jadi yang paling banyak dilepas, turunkan IHSG ke level 6.461,15 dalam lima hari berturut-turut di zona merah.
16 September 2026

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Melemah di Rp17.675
Rupiah menunjukkan penguatan tipis ke level Rp17.675 per dolar AS, mengakhiri empat hari pelemahan beruntun, sementara dolar AS melemah seiring antisipasi keputusan suku bunga The Fed.
16 September 2026
Berita Lainnya

Oppo Siap Luncurkan Find X10 Series dengan Teknologi Kamera dan Baterai Terbaru
Rabu, 16 September 2026, 19.39 WITA

Uni Eropa Usulkan Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 15 Tahun
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Siapkan Aturan Baru Kendalikan Penggunaan BBM Subsidi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Prabowo Tegaskan Danantara Dukung Perluasan LRT Jakarta
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia Perkuat Daya Saing untuk Tarik Investasi Teknologi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Bantah Potong RKAB Vale, Sebut Permintaan Tambahan dari Perusahaan
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Toyota Siapkan BEV Entry-Level, Studi Masih Berjalan
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Toyota Konfirmasi bZ4X Lokal Capai TKDN 40%
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA


