Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi Kelistrikan Sulteng Naik 414,8% di Semester I 2026

Realisasi investasi sektor kelistrikan Sulawesi Tengah melonjak 414,8% menjadi Rp4,43 triliun, didorong ekspansi infrastruktur di Morowali untuk mendukung kawasan industri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 19.49 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Investasi Kelistrikan Sulteng Naik 414,8% di Semester I 2026
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Realisasi investasi di sektor listrik, gas, dan air di Sulawesi Tengah mencatat kenaikan signifikan sebesar 414,8% pada Semester I 2026, mencapai angka Rp4,43 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp0,86 triliun. Angka ini menunjukkan percepatan pembangunan infrastruktur energi yang menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

Sebanyak 97% dari total investasi kelistrikan tersebut tertarget di Kabupaten Morowali, khususnya untuk memenuhi kebutuhan energi di kawasan industri yang tengah berkembang pesat. Peningkatan ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan sektor pertambangan yang mengalami kontraksi 53,4% dengan penurunan nilai investasi dari Rp6,01 triliun menjadi Rp2,80 triliun.

Dari sisi modal asing, tiga negara dominan menyumbang 98,56% dari total Penanaman Modal Asing (PMA), yakni Hongkong dengan kontribusi Rp26,99 triliun (41,70%), Singapura Rp19,18 triliun (29,64%), dan Republik Rakyat Tiongkok Rp17,62 triliun (27,23%). Meskipun aliran modal dari Hongkong meningkat, gabungan kontribusi Hongkong dan Tiongkok tetap dominan sebesar 68,93%, menunjukkan stabilitas struktur asal modal meski terjadi pergeseran alur administrasi.

Kenaikan investasi kelistrikan juga sejalan dengan rencana ekspansi energi hijau oleh pelaku industri nikel seperti PT Vale Indonesia Tbk, termasuk pengadaan peralatan berkarbon rendah dan pengembangan proyek pembangkit listrik terbarukan. Langkah ini mendukung keberlanjutan rantai pasok global dan memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai pusat pengolahan nikel dan industri strategis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya