Investasi Kelistrikan Sulteng Naik 414,8% di Semester I 2026
Realisasi investasi sektor kelistrikan Sulawesi Tengah melonjak 414,8% menjadi Rp4,43 triliun, didorong ekspansi infrastruktur di Morowali untuk mendukung kawasan industri.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 19.49 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Realisasi investasi di sektor listrik, gas, dan air di Sulawesi Tengah mencatat kenaikan signifikan sebesar 414,8% pada Semester I 2026, mencapai angka Rp4,43 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp0,86 triliun. Angka ini menunjukkan percepatan pembangunan infrastruktur energi yang menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Sebanyak 97% dari total investasi kelistrikan tersebut tertarget di Kabupaten Morowali, khususnya untuk memenuhi kebutuhan energi di kawasan industri yang tengah berkembang pesat. Peningkatan ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan sektor pertambangan yang mengalami kontraksi 53,4% dengan penurunan nilai investasi dari Rp6,01 triliun menjadi Rp2,80 triliun.
Dari sisi modal asing, tiga negara dominan menyumbang 98,56% dari total Penanaman Modal Asing (PMA), yakni Hongkong dengan kontribusi Rp26,99 triliun (41,70%), Singapura Rp19,18 triliun (29,64%), dan Republik Rakyat Tiongkok Rp17,62 triliun (27,23%). Meskipun aliran modal dari Hongkong meningkat, gabungan kontribusi Hongkong dan Tiongkok tetap dominan sebesar 68,93%, menunjukkan stabilitas struktur asal modal meski terjadi pergeseran alur administrasi.
Kenaikan investasi kelistrikan juga sejalan dengan rencana ekspansi energi hijau oleh pelaku industri nikel seperti PT Vale Indonesia Tbk, termasuk pengadaan peralatan berkarbon rendah dan pengembangan proyek pembangkit listrik terbarukan. Langkah ini mendukung keberlanjutan rantai pasok global dan memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai pusat pengolahan nikel dan industri strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Pemerintah pusat siapkan skema pinjaman infrastruktur melalui PT SMI, dengan pembayaran dilakukan dari dana bagi hasil yang diterima daerah.
8 September 2026

SMGR Perkuat Ekspansi Pasar Lewat Proyek Strategis dan Reformasi Bisnis
Laba bersih Semen Indonesia tumbuh 445% pada semester pertama 2026, didorong proyek pemerintah, penataan anak usaha, dan pemulihan merek Kujang.
8 September 2026

Jepang Dorong Investasi di Kawasan Rebana, Fokus pada Ekonomi Hijau dan Infrastruktur
Pemerintah bersama JICA gelar seminar untuk memperkuat kemitraan publik-swasta dan menarik investasi di Kawasan Rebana, Jawa Barat, dengan fokus pada industri hijau dan pengembangan infrastruktur strategis.
8 September 2026

Lelang Aset Cuci Uang Rp42 Triliun, Perhiasan dan Tas Mewah Dibuka ke Publik
Ratusan barang mewah hasil sitaan kasus pencucian uang senilai Rp42 triliun di Singapura dilelang secara daring, dengan target pendapatan Rp40,4–54,3 miliar.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


