Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Irak Percepat Ekspor Minyak via Jalur Alternatif

Irak menaikkan kapasitas ekspor minyak menjadi lebih dari 3 juta barel per hari dan berencana capai 5 juta barel per hari melalui pembangunan pipa baru yang menghindari Selat Hormuz.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Irak Percepat Ekspor Minyak via Jalur Alternatif
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Irak kini mempertahankan laju ekspor minyak mentah di level lebih dari 3 juta barel per hari sejak awal September, menunjukkan pemulihan signifikan setelah masa penurunan akibat ketegangan regional. Menteri Perminyakan Basim Mohammed Khudair menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan kapasitas tersebut hingga mencapai 5 juta barel per hari dengan selesainya proyek infrastruktur ekspor alternatif.

Pembangunan dua jalur pipa strategis menjadi kunci utama dalam strategi diversifikasi ekspor. Jalur pertama, yang menghubungkan Basra ke Haditha lalu ke Fishkhabur di wilayah utara, akan menghubungkan ladang minyak Irak dengan jaringan pipa Kirkuk-Ceyhan di Turki, memungkinkan akses ke Pelabuhan Ceyhan di Laut Tengah. Jalur kedua, dari Haditha ke Pelabuhan Banias di Suriah, berpotensi menghidupkan kembali koridor minyak historis antara dua negara.

Kedua proyek ini diinstruksikan secara langsung oleh Perdana Menteri Ali Faleh al-Zeidi guna meminimalkan ketergantungan terhadap Selat Hormuz—salah satu rute paling rentan di dunia. Keberadaan jalur alternatif diharapkan tidak hanya menjamin kelancaran ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Irak sebagai pemain utama dalam pasar minyak global.

Irak memiliki cadangan minyak terbukti sekitar 145 miliar barel, yang menjadi fondasi strategis bagi ambisi ekspor. Meski produksi sempat anjlok menjadi 1,3 juta barel per hari akibat dampak konflik AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari, capaian produksi mulai pulih pada Juli dan Agustus. Dengan pembangunan infrastruktur baru, Irak berharap dapat mempertahankan stabilitas ekspor di tengah ketidakpastian geopolitik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya