Irak Percepat Ekspor Minyak via Jalur Alternatif
Irak menaikkan kapasitas ekspor minyak menjadi lebih dari 3 juta barel per hari dan berencana capai 5 juta barel per hari melalui pembangunan pipa baru yang menghindari Selat Hormuz.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Irak kini mempertahankan laju ekspor minyak mentah di level lebih dari 3 juta barel per hari sejak awal September, menunjukkan pemulihan signifikan setelah masa penurunan akibat ketegangan regional. Menteri Perminyakan Basim Mohammed Khudair menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan kapasitas tersebut hingga mencapai 5 juta barel per hari dengan selesainya proyek infrastruktur ekspor alternatif.
Pembangunan dua jalur pipa strategis menjadi kunci utama dalam strategi diversifikasi ekspor. Jalur pertama, yang menghubungkan Basra ke Haditha lalu ke Fishkhabur di wilayah utara, akan menghubungkan ladang minyak Irak dengan jaringan pipa Kirkuk-Ceyhan di Turki, memungkinkan akses ke Pelabuhan Ceyhan di Laut Tengah. Jalur kedua, dari Haditha ke Pelabuhan Banias di Suriah, berpotensi menghidupkan kembali koridor minyak historis antara dua negara.
Kedua proyek ini diinstruksikan secara langsung oleh Perdana Menteri Ali Faleh al-Zeidi guna meminimalkan ketergantungan terhadap Selat Hormuz—salah satu rute paling rentan di dunia. Keberadaan jalur alternatif diharapkan tidak hanya menjamin kelancaran ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Irak sebagai pemain utama dalam pasar minyak global.
Irak memiliki cadangan minyak terbukti sekitar 145 miliar barel, yang menjadi fondasi strategis bagi ambisi ekspor. Meski produksi sempat anjlok menjadi 1,3 juta barel per hari akibat dampak konflik AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari, capaian produksi mulai pulih pada Juli dan Agustus. Dengan pembangunan infrastruktur baru, Irak berharap dapat mempertahankan stabilitas ekspor di tengah ketidakpastian geopolitik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Pemerintah pusat siapkan skema pinjaman infrastruktur melalui PT SMI, dengan pembayaran dilakukan dari dana bagi hasil yang diterima daerah.
8 September 2026

SMGR Perkuat Ekspansi Pasar Lewat Proyek Strategis dan Reformasi Bisnis
Laba bersih Semen Indonesia tumbuh 445% pada semester pertama 2026, didorong proyek pemerintah, penataan anak usaha, dan pemulihan merek Kujang.
8 September 2026

Jepang Dorong Investasi di Kawasan Rebana, Fokus pada Ekonomi Hijau dan Infrastruktur
Pemerintah bersama JICA gelar seminar untuk memperkuat kemitraan publik-swasta dan menarik investasi di Kawasan Rebana, Jawa Barat, dengan fokus pada industri hijau dan pengembangan infrastruktur strategis.
8 September 2026

Lelang Aset Cuci Uang Rp42 Triliun, Perhiasan dan Tas Mewah Dibuka ke Publik
Ratusan barang mewah hasil sitaan kasus pencucian uang senilai Rp42 triliun di Singapura dilelang secara daring, dengan target pendapatan Rp40,4–54,3 miliar.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


