Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Irak Resmikan Pengambilalihan Pusat Dukungan Diplomatik AS

Irak menandatangani kesepakatan pengambilalihan fasilitas dukungan diplomatik Kedubes AS di Baghdad, sebagai bagian dari penarikan misi militer asing sebelum batas akhir 30 September.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 15.42 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 3x dibuka
Irak Resmikan Pengambilalihan Pusat Dukungan Diplomatik AS📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Irak secara resmi mengambil alih fasilitas dukungan diplomatik milik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad, setelah menandatangani kesepakatan dengan perwakilan AS di ibu kota. Penandatanganan dilakukan di kantor Kementerian Luar Negeri Irak oleh Wakil Menteri Luar Negeri Mohammed Hussein Bahr al-Uloom dan Kuasa Usaha Kedubes AS, Steven Fagin, menandai langkah strategis dalam proses transisi hubungan bilateral.

Pengambilalihan ini merupakan bagian dari komitmen Irak untuk menyelesaikan penarikan pasukan militer asing dan mengakhiri misi koalisi internasional yang dipimpin AS, sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada 30 September. Proses ini dipandang sebagai simbol kembali ke kedaulatan penuh atas wilayah negara, tanpa campur tangan militer asing, sekaligus membuka ruang bagi kerja sama baru dalam bidang ekonomi, pembangunan, dan energi.

Fasilitas tersebut sebelumnya menjadi sasaran serangan drone dan roket secara berulang tahun ini, seiring meningkatnya ketegangan regional pasca-serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran pada 28 Februari dan balasan Iran terhadap Israel serta posisi militer AS di kawasan. Keberadaan struktur ini sebelumnya menjadi sensitif karena lokasinya yang strategis dan kerentanannya terhadap ancaman keamanan.

Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menegaskan bahwa 30 September merupakan batas waktu mutlak untuk menyelesaikan penarikan pasukan asing, sementara 1 Oktober akan menjadi awal era baru bagi Irak sebagai negara yang sepenuhnya menegakkan kedaulatan nasional. Ia menekankan bahwa transisi ini bukan sekadar penarikan militer, tetapi transformasi hubungan diplomatik menuju kemitraan yang lebih setara dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya