Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Klaim Hancurkan Fasilitas Militer AS di Teluk

Garda Revolusi Iran mengklaim berhasil menyerang dan menghancurkan fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain, termasuk dermaga bahan bakar dan pusat intelijen, dalam serangan bertubi-tubi pada 18 Juli 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Klaim Hancurkan Fasilitas Militer AS di Teluk
Foto: Tempo

Kendari, ıNarasikita - Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan berhasil melancarkan serangan koordinasi rudal balistik dan drone terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di wilayah Kuwait dan Bahrain pada Sabtu, 18 Juli 2026. Target utama yang disebutkan mencakup dermaga pendukung bahan bakar militer di Pelabuhan Al Ahmadi, Kuwait, serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain. IRGC menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap operasi militer AS yang telah berlangsung selama tujuh malam berturut-turut sebelumnya.

Dalam pernyataannya, IRGC menyatakan bahwa pusat data intelijen milik Amerika Serikat di Bahrain, yang diklaim beroperasi melalui perusahaan Batelco, telah sepenuhnya dihancurkan. Fasilitas tersebut disebut digunakan sebagai pusat pengoordinasian operasi militer dan kegiatan pengintaian terhadap Iran. Selain itu, IRGC juga mengklaim menyerang gudang penyimpanan drone militer AS di Bahrain, serta sistem komunikasi dan sinyal militer di Kuwait.

Pihak Bahrain melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sejumlah serangan udara dari Iran. Kerajaan tersebut, yang menjadi basis Armada Kelima AS, telah mengaktifkan sistem pertahanan udara secara rutin sejak eskalasi konflik terjadi. Meski demikian, klaim Iran tetap menekankan efektivitas serangan yang dilancarkan, termasuk kerusakan signifikan terhadap infrastruktur pendukung militer AS di wilayah tersebut.

Operasi militer AS sebelumnya difokuskan pada jaringan logistik Iran, infrastruktur pesisir, dan sistem pengawasan di Selat Hormuz, dengan tujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran internasional. Namun, eskalasi ini justru memperluas konflik ke negara-negara Teluk lainnya, termasuk Qatar dan Yordania, yang kini juga menjadi sasaran klaim serangan Iran. Meskipun sebelumnya kedua belah pihak sempat menandatangani kesepakatan damai yang dimediasi Pakistan pada Juni 2026, kini hubungan telah kembali memburuk dan konflik terus berlanjut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya