Iran Klaim Hancurkan Fasilitas Militer AS di Teluk
Garda Revolusi Iran mengklaim berhasil menyerang dan menghancurkan fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain, termasuk dermaga bahan bakar dan pusat intelijen, dalam serangan bertubi-tubi pada 18 Juli 2026.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan berhasil melancarkan serangan koordinasi rudal balistik dan drone terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di wilayah Kuwait dan Bahrain pada Sabtu, 18 Juli 2026. Target utama yang disebutkan mencakup dermaga pendukung bahan bakar militer di Pelabuhan Al Ahmadi, Kuwait, serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain. IRGC menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap operasi militer AS yang telah berlangsung selama tujuh malam berturut-turut sebelumnya.
Dalam pernyataannya, IRGC menyatakan bahwa pusat data intelijen milik Amerika Serikat di Bahrain, yang diklaim beroperasi melalui perusahaan Batelco, telah sepenuhnya dihancurkan. Fasilitas tersebut disebut digunakan sebagai pusat pengoordinasian operasi militer dan kegiatan pengintaian terhadap Iran. Selain itu, IRGC juga mengklaim menyerang gudang penyimpanan drone militer AS di Bahrain, serta sistem komunikasi dan sinyal militer di Kuwait.
Pihak Bahrain melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sejumlah serangan udara dari Iran. Kerajaan tersebut, yang menjadi basis Armada Kelima AS, telah mengaktifkan sistem pertahanan udara secara rutin sejak eskalasi konflik terjadi. Meski demikian, klaim Iran tetap menekankan efektivitas serangan yang dilancarkan, termasuk kerusakan signifikan terhadap infrastruktur pendukung militer AS di wilayah tersebut.
Operasi militer AS sebelumnya difokuskan pada jaringan logistik Iran, infrastruktur pesisir, dan sistem pengawasan di Selat Hormuz, dengan tujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran internasional. Namun, eskalasi ini justru memperluas konflik ke negara-negara Teluk lainnya, termasuk Qatar dan Yordania, yang kini juga menjadi sasaran klaim serangan Iran. Meskipun sebelumnya kedua belah pihak sempat menandatangani kesepakatan damai yang dimediasi Pakistan pada Juni 2026, kini hubungan telah kembali memburuk dan konflik terus berlanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


