Iran Respons Serangan AS dengan Serbuan Drone dan Rudal ke Pangkalan Militer Timteng
Iran kembali melancarkan serangan koordinasi melalui drone dan rudal terhadap pangkalan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah, menanggapi aksi sebelumnya yang menewaskan warga sipil di Iran.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 09.46 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kamis (2/9), Iran memperluas serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, dengan melibatkan puluhan drone tempur dari Angkatan Darat. Serangan tersebut menyasar sistem pertahanan udara dan posisi pasukan AS di dua pangkalan utama di Uni Emirat Arab, yakni Al Dhafra dan Al Minhad. Target utama adalah infrastruktur yang digunakan untuk operasi militer dan pemantauan strategis di wilayah tersebut.
Dalam pernyataan resmi, Angkatan Darat Iran menyebutkan bahwa serangan dilakukan secara simultan dan terkoordinasi, dengan fokus pada menonaktifkan radar serta mengganggu operasional pasukan AS. Di Bahrain, sasaran utama adalah Pangkalan Udara Sheikh Isa, di mana instalasi radar dan lokasi kumpul pasukan ditembak menggunakan teknologi drone canggih. Serangan ini dilakukan sebagai balasan atas aksi sebelumnya yang mengakibatkan korban jiwa di wilayah Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi serangan serupa terhadap pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, dan wilayah Kurdistan Irak. IRGC menegaskan bahwa serangan gabungan menggunakan rudal dan drone ditujukan pada markas besar serta tempat tinggal komandan AS di Pangkalan Ali Al Salem. Mereka menyatakan bahwa pasukan AS, termasuk yang berbasis di Kuwait, terlibat dalam serangan terhadap upacara pernikahan di Kabupaten Sirik, yang menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya.
Serangan ini menjadi bagian dari respons Iran atas serangan yang dianggap provokatif, dengan tujuan menekan kehadiran militer AS di kawasan dan menunjukkan kapasitas balasan yang terkoordinasi. Iran menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pertahanan strategis dan balasan atas kebijakan yang dinilai merugikan kepentingan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

