Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Respons Serangan AS dengan Serbuan Drone dan Rudal ke Pangkalan Militer Timteng

Iran kembali melancarkan serangan koordinasi melalui drone dan rudal terhadap pangkalan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah, menanggapi aksi sebelumnya yang menewaskan warga sipil di Iran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 09.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Respons Serangan AS dengan Serbuan Drone dan Rudal ke Pangkalan Militer Timteng
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kamis (2/9), Iran memperluas serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, dengan melibatkan puluhan drone tempur dari Angkatan Darat. Serangan tersebut menyasar sistem pertahanan udara dan posisi pasukan AS di dua pangkalan utama di Uni Emirat Arab, yakni Al Dhafra dan Al Minhad. Target utama adalah infrastruktur yang digunakan untuk operasi militer dan pemantauan strategis di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Angkatan Darat Iran menyebutkan bahwa serangan dilakukan secara simultan dan terkoordinasi, dengan fokus pada menonaktifkan radar serta mengganggu operasional pasukan AS. Di Bahrain, sasaran utama adalah Pangkalan Udara Sheikh Isa, di mana instalasi radar dan lokasi kumpul pasukan ditembak menggunakan teknologi drone canggih. Serangan ini dilakukan sebagai balasan atas aksi sebelumnya yang mengakibatkan korban jiwa di wilayah Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi serangan serupa terhadap pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, dan wilayah Kurdistan Irak. IRGC menegaskan bahwa serangan gabungan menggunakan rudal dan drone ditujukan pada markas besar serta tempat tinggal komandan AS di Pangkalan Ali Al Salem. Mereka menyatakan bahwa pasukan AS, termasuk yang berbasis di Kuwait, terlibat dalam serangan terhadap upacara pernikahan di Kabupaten Sirik, yang menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya.

Serangan ini menjadi bagian dari respons Iran atas serangan yang dianggap provokatif, dengan tujuan menekan kehadiran militer AS di kawasan dan menunjukkan kapasitas balasan yang terkoordinasi. Iran menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pertahanan strategis dan balasan atas kebijakan yang dinilai merugikan kepentingan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya