Iran Tampilkan Trump di Reklame Raksasa sebagai Simbol Perlawanan
Gedung-gedung di Teheran memasang reklame raksasa bertuliskan ancaman kepada Trump dan Netanyahu sebagai respons terhadap ketegangan dengan AS.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat, warga Teheran menampilkan bentuk protes visual yang tak biasa melalui papan reklame raksasa di berbagai sudut kota. Gambar Presiden AS Donald Trump muncul dalam berbagai versi simbolik, termasuk yang digambarkan tenggelam dalam lautan, terjebak di Selat Hormuz, hingga berbaring dalam peti mati yang dibungkus bendera Amerika Serikat. Setiap ilustrasi dirancang untuk menyampaikan pesan perlawanan terhadap kebijakan AS yang dianggap provokatif.
Reklame tersebut tidak hanya menampilkan Trump, tetapi juga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan tulisan berani: “Kalian akan tenggelam dalam lautan pembalasan bangsa Iran.” Penempatan visual ini dilakukan di lokasi strategis, termasuk dekat Gedung Putih di Teheran, sebagai bentuk simbolik yang menegaskan sikap tegas Iran terhadap intervensi asing. Setiap gambar dirancang secara dramatis untuk memperkuat narasi bahwa Iran siap menghadapi ancaman dari negara-negara yang dianggap sebagai penjajah politik dan ekonomi.
Kegiatan ini terjadi dalam masa krusial setelah eskalasi konflik regional yang berdampak pada kenaikan harga energi global. Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit, pemasangan reklame tersebut dipahami sebagai bagian dari strategi komunikasi politik untuk memperkuat solidaritas nasional dan menunjukkan ketahanan terhadap tekanan internasional. Tidak ada tindakan fisik yang dilaporkan, namun pesan yang disampaikan melalui media visual ini jelas dan menggambarkan ketegangan yang terus berlanjut.
Tujuan utama dari aksi ini adalah untuk menunjukkan bahwa Iran tidak akan menyerah terhadap tekanan eksternal, terutama dari AS. Melalui simbolisme kuat yang disampaikan melalui media publik, pemerintah dan rakyat Iran ingin menegaskan bahwa setiap tindakan provokatif akan dibalas dengan kekuatan politik dan moral yang tak tergoyahkan. Reklame raksasa tersebut bukan sekadar seni jalanan, melainkan alat propaganda strategis dalam konteks geopolitik yang kian memanas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA


