Iran Tangguhkan Serangan Balasan, Pakar Soroti Kesiapan Strategis
Analis keamanan menilai akurasi dan daya gempur Iran dalam balasan serangan AS terbukti efektif, dengan kapasitas bertahan hingga lebih dari enam bulan tanpa tanda kehabisan amunisi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 06.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kekhawatiran serius muncul di kalangan pakar keamanan global menyusul kembali dilancarkannya serangan oleh Amerika Serikat terhadap Iran, setelah jeda konflik berlangsung selama satu bulan. Samir Puri, dosen studi perang di King’s College London, menekankan bahwa kemampuan Iran dalam menanggapi ancaman militer telah terbukti secara nyata. Ia menyoroti bahwa akurasi dan daya hantam balasan Iran tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan, bahkan setelah lebih dari enam bulan konfrontasi berlangsung secara intensif.
Puri menilai bahwa tidak ada indikasi Iran kehabisan amunisi atau kapasitas operasional. Sebaliknya, kemampuan Iran untuk terus mempertahankan dan melancarkan respons militer menunjukkan kesiapan strategis yang tinggi. Ia menyatakan bahwa tindakan AS seolah bertujuan memaksa Iran melakukan konsesi nyata, namun hal itu justru berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut.
Dalam konteks geopolitik, dukungan yang diberikan oleh negara-negara seperti Tiongkok, Rusia, dan India dalam forum KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) menegaskan bahwa Iran tidak berada dalam posisi terisolasi secara internasional. Ini menambah kompleksitas bagi kebijakan strategis AS, yang menurut Puri kini tampak tidak jelas arahnya.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait penutupan masa perang selama enam bulan dinilai kontradiktif dan membingungkan. Menurut Puri, pesan itu tidak mencerminkan koherensi strategis, sehingga memperkuat spekulasi bahwa AS sedang menghadapi tantangan dalam menentukan tujuan jangka panjang dalam konflik ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK RI Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.28 WITA

Ekonomi Kreatif Dorong PDRB Jakarta Capai Rp410 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.27 WITA

Empat Acara Besar Serentak di Senayan Picu Pengalihan Lalu Lintas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.27 WITA

Elektabilitas PSI Berada di Bawah NasDem dalam Survei IPO
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.25 WITA

Gubernur Kalbar Tekankan Penyelesaian BBM dan Listrik dalam Rapat Koordinasi
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.24 WITA

Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Gagal Digagalkan Tim Gabungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

Cak Imin Dorong Pemberdayaan bagi Penerima Bansos
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Fokus Tindak Pengguna HP dan Pelanggaran Berbahaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.22 WITA

