Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Israel Dorong Pengusiran Warga Gaza dengan Dukungan AS

Menteri Pertahanan Israel mengungkap rencana pengusiran paksa warga Palestina dari Jalur Gaza dengan dukungan politik dari mantan Presiden AS Donald Trump, yang kini diklaim masih terbuka terhadap gagasan tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Israel Dorong Pengusiran Warga Gaza dengan Dukungan AS
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka menyatakan bahwa pemerintahnya tengah mempersiapkan skenario pengungsian massal warga Gaza melalui jalur darat, laut, dan udara. Ia menegaskan bahwa tanpa migrasi paksa, tidak ada solusi berkelanjutan bagi krisis di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar oleh media lokal, dengan fokus pada ketergantungan terhadap persetujuan Amerika Serikat sebagai kunci keberhasilan rencana tersebut.

Katz menekankan bahwa negara-negara yang bersedia menerima pengungsi membutuhkan dukungan politik dan ekonomi dari AS, yang menurutnya masih terbuka terhadap gagasan tersebut. Ia menyatakan bahwa kebijakan itu belum dicabut dan tetap menjadi bagian dari diskusi strategis di tingkat tinggi. Meski Trump sebelumnya menarik kembali rencana pengambilalihan Gaza oleh AS pada awal 2025, Katz yakin bahwa ketertarikan terhadap gagasan itu masih ada, terutama dalam konteks politik yang memanas menjelang pemilu.

Di tengah narasi ini, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir justru memperlihatkan rekaman dari penjara wanita di Gaza, yang menunjukkan kondisi tahanan yang ekstrem. Ia secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas ketiadaan akses medis, kebersihan, dan peralatan dasar bagi narapidana. “Kondisi baik di penjara sudah berakhir. Ini adalah situasi saat ini, dan saya bertanggung jawab langsung atas semuanya. Saya senang dengan kondisi ini,” tegasnya dalam rekaman yang tersebar luas.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menegaskan sikap tegas, menyatakan bahwa pasukan Israel tetap bertahan di garis teritorial dekat Gaza tanpa rencana penarikan. Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah melucuti senjata kelompok Hamas dan mendemiliterisasi wilayah tersebut. “Kami mengendalikan wilayah tersebut dan tetap berada di garis ini. Kami melakukan segalanya untuk mencapai tujuan kami, melucuti senjata Hamas dan mendemiliterisasi Gaza. Gaza tidak akan lagi menjadi ancaman bagi Israel,” tegasnya dalam kunjungan ke pos militer.

Pernyataan-pernyataan ini muncul di tengah ketegangan regional yang meningkat, dengan Mesir—yang sebelumnya menolak keras rencana pengusiran—dipandang sebagai negara kunci yang harus dilibatkan. Namun, pihak Gedung Putih belum memberikan respons resmi terhadap kemungkinan kembali dibukanya diskusi tentang rencana tersebut, meninggalkan ruang bagi taktik diplomasi Israel yang dipandang intensif dan terarah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya