Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Israel Rancang Pengungsian Massal Warga Gaza dalam Beberapa Tahap

Menteri Keamanan Nasional Israel mengungkap rencana pemindahan dua juta warga Palestina dari Gaza dalam beberapa kloter, dengan kloter pertama menargetkan 250 ribu orang, didukung dukungan negara-negara tertentu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Israel Rancang Pengungsian Massal Warga Gaza dalam Beberapa Tahap
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengungkapkan rencana strategis untuk mengalihkan populasi Gaza secara bertahap, dengan fokus pada pemindahan sekitar dua juta warga Palestina dalam beberapa kloter. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (3/9), menegaskan bahwa langkah tersebut dianggap realistis dan telah dipersiapkan secara matang. Kloter pertama akan menampung 250 ribu warga yang akan dideportasi dari wilayah tersebut.

Ben Gvir menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan memaksa warga Gaza untuk meninggalkan tempat tinggal mereka, melainkan mendorong proses emigrasi secara sukarela. Ia menyebut sejumlah negara telah menunjukkan kesediaan untuk menampung warga yang dipindahkan, meskipun tidak menyebutkan secara eksplisit negara mana yang dimaksud. Pernyataannya menyoroti kerja sama internasional sebagai bagian dari mekanisme yang sedang dirancang.

Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari pejabat tinggi lainnya. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Israel telah menyiapkan skenario pemindahan warga Gaza, dengan syarat mendapat persetujuan dari Amerika Serikat. Sementara itu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengusulkan agar pendekatan serupa diterapkan terhadap penduduk Palestina di Tepi Barat, wilayah yang telah diduduki sejak 1967.

Rencana ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang memanas, menyusul pernyataan sebelumnya oleh mantan Presiden AS Donald Trump yang pernah menyarankan agar Gaza diubah menjadi destinasi wisata. Gagasan itu sempat menuai protes global, sehingga kemudian ditarik kembali. Kini, rencana pemindahan kembali muncul sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang sedang dipelajari oleh pemerintah Israel menjelang pemilu legislatif Oktober mendatang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya