Israel Rancang Pengungsian Massal Warga Gaza dalam Beberapa Tahap
Menteri Keamanan Nasional Israel mengungkap rencana pemindahan dua juta warga Palestina dari Gaza dalam beberapa kloter, dengan kloter pertama menargetkan 250 ribu orang, didukung dukungan negara-negara tertentu.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.50 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, mengungkapkan rencana strategis untuk mengalihkan populasi Gaza secara bertahap, dengan fokus pada pemindahan sekitar dua juta warga Palestina dalam beberapa kloter. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (3/9), menegaskan bahwa langkah tersebut dianggap realistis dan telah dipersiapkan secara matang. Kloter pertama akan menampung 250 ribu warga yang akan dideportasi dari wilayah tersebut.
Ben Gvir menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan memaksa warga Gaza untuk meninggalkan tempat tinggal mereka, melainkan mendorong proses emigrasi secara sukarela. Ia menyebut sejumlah negara telah menunjukkan kesediaan untuk menampung warga yang dipindahkan, meskipun tidak menyebutkan secara eksplisit negara mana yang dimaksud. Pernyataannya menyoroti kerja sama internasional sebagai bagian dari mekanisme yang sedang dirancang.
Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari pejabat tinggi lainnya. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Israel telah menyiapkan skenario pemindahan warga Gaza, dengan syarat mendapat persetujuan dari Amerika Serikat. Sementara itu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengusulkan agar pendekatan serupa diterapkan terhadap penduduk Palestina di Tepi Barat, wilayah yang telah diduduki sejak 1967.
Rencana ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang memanas, menyusul pernyataan sebelumnya oleh mantan Presiden AS Donald Trump yang pernah menyarankan agar Gaza diubah menjadi destinasi wisata. Gagasan itu sempat menuai protes global, sehingga kemudian ditarik kembali. Kini, rencana pemindahan kembali muncul sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang sedang dipelajari oleh pemerintah Israel menjelang pemilu legislatif Oktober mendatang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

