Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jakarta Gelar Kompetisi Pahlawan Sampah 2026

Pemprov DKI Jakarta buka pendaftaran Pilah Olah Sampah Heroes 2026 untuk mengapresiasi warga yang aktif memilah, mengolah, dan menggerakkan lingkungan dalam penanganan sampah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 21.19 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 45x dibuka
Jakarta Gelar Kompetisi Pahlawan Sampah 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka ajang Pilah Olah Sampah Heroes 2026 sebagai bentuk penghargaan terhadap individu atau kelompok yang secara konsisten menjalankan praktik pengelolaan sampah berkelanjutan. Ajang ini bertujuan memperkuat budaya peduli lingkungan melalui partisipasi aktif masyarakat di tingkat lokal. Pemenang akan diberikan penghargaan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2026.

Kompetisi ini mengusung dua kategori utama: Sosok Penggerak dan Influencer/Key Opinion Leader (KOL). Sosok Penggerak diidentifikasi dari aksi nyata dalam memilah dan mengolah sampah secara rutin, serta mampu melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar. Sementara KOL dinilai dari kemampuannya menginspirasi publik melalui media sosial untuk turut serta dalam gerakan pengurangan sampah. Kedua kategori menekankan dampak nyata dan konsistensi aksi.

Pendaftaran dibuka mulai 12 hingga 25 Oktober 2025 melalui platform resmi Pemprov DKI Jakarta di www.jakarta.go.id/pilaholahsampahheroes. Setiap peserta wajib mengisi formulir digital dan menyertakan bukti domisili di wilayah DKI Jakarta, seperti Surat Keterangan Domisili. Seluruh proses dilakukan tanpa biaya, dan peserta menyetujui penggunaan aktivitasnya untuk keperluan publikasi resmi pemerintah.

Kegiatan yang dinilai mencakup tiga aspek utama: Pilah, Olah, dan Gerakan. Pilah meliputi pemilahan sampah organik dan anorganik secara terpisah secara konsisten. Olah mencakup produksi kompos, pengolahan sampah dengan maggot, pembuatan eco enzyme, daur ulang, biodigester, dan pembuangan sesuai tempat. Gerakan menekankan edukasi, pembentukan kelompok, pengelolaan bank sampah, serta penurunan volume sampah di tingkat lingkungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya