Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jamaah Ramaikan Reformasi Mesjid Agung Alqaursar Kendari

Jamaah Mesjid Agung Alqaursar Kendari berinisiatif mereformasi tempat ibadahnya guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kemajuan rohani umat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 19.07 WITA·👁 11 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Jamaah Ramaikan Reformasi Mesjid Agung Alqaursar Kendari
Foto: Dok. iNarasikita/Bahdin

Kendari, ıNarasikita - Mesjid Agung Alqaursar Kendari tengah menjadi sorotan setelah jamaah secara spontan berinisiatif mereformasi tata kelola mesjid. Inisiatif tersebut dianggap sebagai upaya memperkuat peran mesjid sebagai pusat pendidikan agama, kebersamaan, dan pelayanan masyarakat.

Langkah ini diambil di tengah dinamika tuntutan masyarakat terhadap peran masjid yang semakin luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan. Jamaah menilai, agar hal itu tercapai, perubahan struktur dan sistem pengelolaan mesjid menjadi krusial.

Walaupun belum ada detail pasti terkait bentuk perubahan tersebut, gerakan reformasi ini diawali dari forum konsultasi internal antarjamaah. Sejumlah usulan telah muncul, seperti peningkatan kualitas kajian, pengelolaan keuangan yang transparan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kegiatan.

Inisiatif ini juga merespons keinginan masyarakat yang ingin mesjid semakin responsif terhadap perubahan zaman, tanpa mengurangi nilai-nilai keagamaan. Mesjid, diharapkan, bisa menjadi ruang inklusif yang mampu mengakomodasi kebutuhan generasi muda.

Upaya jamaah ini juga diapresiasi sebagai langkah proaktif dalam mencegah stagnasi dan menjaga relevansi peran mesjid. Para pelaku gerakan reformasi memandang mesjid sebagai ruang pencerahan, tidak hanya dalam bidang agama, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Kendati demikian, inisiatif ini juga diawasi secara ketat agar tidak menabrak regulasi yang ada dan tetap memprioritaskan prinsip ketaatan dalam menjalankan syariat. Keberhasilan inisiatif ini, diharapkan, dapat menjadi contoh bagi mesjid-mesjid lain di wilayah Sulawesi Tenggara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya