Jasa Marga Berikan Pinjaman Rp6,5 Triliun ke Anak Usaha untuk Refinancing
Jasa Marga menyalurkan pinjaman senilai Rp6,5 triliun kepada anak usahanya, JJC, untuk kebutuhan bridging refinancing dan operasional tahun 2026.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Jasa Marga (Persero) Tbk secara resmi mengumumkan pemberian dana dalam bentuk shareholder loan kepada PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), anak usaha dari PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT). Transaksi ini telah ditandatangani pada 17 September 2026 di kantor pusat JTT di Bekasi, dan tercatat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia. Nilai pinjaman yang disalurkan mencapai Rp6.546.671.000.000, yang akan digunakan untuk menopang kebutuhan refinancing sementara serta pendanaan operasional JJC pada tahun ini.
JTT, sebagai entitas yang dimiliki 65% oleh Jasa Marga, menjadi pemberi pinjaman, sementara JJC berstatus sebagai anak usaha JTT dengan kepemilikan saham 40%. Sisa kepemilikan saham JJC dibagi antara PT Margautama Nusantara (40%) dan PT Ranggi Sugironperkasa (20%). Karena adanya hubungan kepemilikan berjenjang antara Jasa Marga, JTT, dan JJC, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai ketentuan POJK 42/2020. Proses ini telah melalui mekanisme internal perusahaan dan mendapat persetujuan dari direksi serta dewan komisaris.
Penilaian independen dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Budi, Edy, Saptono & Rekan, yang menyatakan bahwa suku bunga pinjaman sesuai dengan tingkat pasar pada 15 September 2026. Penilaian ini berdasarkan laporan keuangan proforma per 30 Juni 2026 yang disusun oleh manajemen. Hasilnya menunjukkan bahwa transaksi tidak menimbulkan dampak negatif terhadap konsolidasi keuangan Jasa Marga. Secara struktur, pinjaman ini menyebabkan penurunan kas sebesar Rp6,55 triliun yang diimbangi dengan peningkatan piutang lain-lain dalam jumlah serupa.
Dalam laporan proforma, tidak terjadi perubahan signifikan pada pos pendapatan maupun beban dalam laporan laba rugi konsolidasi pasca-transaksi. Direksi dan Dewan Komisaris Jasa Marga menegaskan bahwa transaksi ini tidak melibatkan benturan kepentingan dan tidak termasuk dalam kategori transaksi material berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020. Dengan demikian, seluruh prosedur hukum dan tata kelola perusahaan telah dipenuhi secara utuh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Biaya Impor iPhone 18 Pro dan Duo dari Luar Negeri Terungkap
Pemilik iPhone 18 Pro dan Duo yang dibeli di luar negeri harus bayar bea masuk dan PPN hingga Rp8,1 juta, tergantung harga dan kurs pajak saat kedatangan.
22 September 2026

Prabowo Fokus Dorong Inovasi Tekstil dan Sepatu Berbasis Lokal
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas untuk perkuat industri tekstil dan sepatu melalui inovasi BRIN, termasuk kain dari limbah nanas dan sepatu murah untuk siswa kurang mampu.
22 September 2026

IHSG Melemah 1,30% di Awal Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,30% ke level 6.300 pada Selasa (22/9/2026), didorong oleh tekanan pasar global dan dinamika kebijakan dalam negeri.
22 September 2026

SILO Akuisisi 14 RS dari Lippo, Nilai Rp6,9 Triliun
PT Siloam International Hospitals Tbk resmi mengumumkan rencana akuisisi 14 rumah sakit dengan nilai total Rp6,9 triliun dari anak usaha First Real Estate Investment Trust.
22 September 2026
Berita Lainnya

Sindikat SIM Palsu di Riau Beroperasi Sejak Juni 2026
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Xiaomi Siap Masuki Pasar Mobil Listrik Indonesia
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Subsidi Tak Pasti, Penjualan Motor Listrik 2026 Terhambat
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Penindakan Massal Beras dan Garam Ilegal di Empat Wilayah
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Prioritaskan UMKM dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Amran Minta Hukuman Berat untuk Pelaku Penyelundupan Beras Impor
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Tiga ASN Pertanian Tewas di Papua Tanpa Pengawalan
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Dunia Belum Konsisten, Indonesia Tetap Jalan ke Net Zero
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

