Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jerman Percepat Akhir Bahan Bakar Fosil hingga 2045

Jerman resmi menetapkan target penghentian total penggunaan bahan bakar fosil pada 2045, dengan percepatan transformasi energi melalui ekspansi energi terbarukan dan elektrifikasi sektor kunci.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 15.22 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
Jerman Percepat Akhir Bahan Bakar Fosil hingga 2045📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Jerman secara resmi mengumumkan peta jalan transisi energi yang menargetkan penghentian penggunaan bahan bakar fosil pada tahun 2045. Langkah ini menjadi komitmen strategis setelah sebelumnya hanya fokus pada netralitas karbon, kini beralih ke penghapusan tuntas bahan bakar fosil sebagai dasar kebijakan energi jangka panjang. Rencana ini mencakup peningkatan signifikan porsi energi terbarukan, yang ditargetkan mencapai 80 persen pada 2030, dengan pembangunan 12 gigawatt (GW) tenaga angin darat dan kapasitas surya sebesar 215 GW dalam periode yang sama.

Transisi ini juga melibatkan penghentian bertahap penggunaan batu bara, yang akan berakhir pada 2038, serta upaya memangkas emisi metana sebesar 30 persen pada tahun 2030. Gas rumah kaca yang memiliki potensi pemanasan global 80 kali lebih besar daripada karbon dioksida ini menjadi fokus utama dalam strategi pengurangan emisi. Target lebih awal, yaitu 2035, juga dibuka kemungkinannya jika kondisi memungkinkan, menunjukkan komitmen ambisius dalam menghadapi krisis iklim.

Namun, tantangan masih muncul dari ketergantungan terhadap gas sebagai energi transisi, yang masih didukung kuat oleh Kementerian Urusan Ekonomi dan Energi. Aktivis lingkungan menyoroti inkonsistensi ini, menegaskan bahwa dorongan terhadap gas justru menghambat percepatan transisi. Andreas Sieber dari 350.org menekankan bahwa meski langkah ini merupakan terobosan penting, kebijakan yang menguntungkan industri fosil tetap menjadi penghalang utama.

Dalam konteks global, Jerman kini menjadi negara maju ketiga yang merilis rancangan penghapusan bahan bakar fosil secara menyeluruh, setelah Prancis dan Belanda. Langkah ini sejalan dengan komitmen internasional yang disepakati pada konferensi iklim di Kolombia, serta mendapat respons positif dari para tokoh lingkungan. Jennifer Morgan menyoroti perlunya percepatan elektrifikasi di sektor transportasi dan pemanas rumah, sebagai kunci penguatan kemandirian energi dan perlindungan terhadap fluktuasi harga global.

Peta jalan ini, meski masih dalam tahap awal, menjadi fondasi penting bagi transformasi sistem energi yang lebih berkelanjutan. Namun, keberhasilannya bergantung pada implementasi yang konsisten dan keberanian kebijakan yang tidak lagi mengedepankan kepentingan transisi fosil, melainkan transisi ke energi bersih yang benar-benar berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya