Jerman Pertimbangkan Tutup Konsulat Rusia Pasca Insiden Drone Leipzig
Jerman menimbang penutupan konsulat Rusia di Bonn dan pengusiran diplomat sebagai respons atas insiden drone di Bandara Leipzig, dengan rencana pengumuman segera oleh pejabat terkait.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.45 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Jerman kini mempertimbangkan langkah tegas terhadap Rusia dengan mempertimbangkan penutupan konsulat jenderal Rusia yang berlokasi di Bonn. Keputusan ini muncul sebagai respons atas insiden drone yang mendarat di area Bandara Leipzig pada awal Agustus, yang diklaim oleh pihak Jerman sebagai serangan dari pihak Rusia. Langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh atas hubungan diplomatik dan keamanan nasional yang terganggu oleh kejadian tersebut.
Selain konsulat di Bonn, pemerintah juga meninjau kemungkinan menutup Rumah Rusia di Berlin, lembaga yang menjadi pusat aktivitas budaya dan diplomatik Rusia di ibu kota Jerman. Keputusan akhir akan diumumkan dalam waktu dekat oleh dua pejabat utama, yakni Menteri Dalam Negeri dan Menteri Luar Negeri Jerman, yang akan menyampaikan hasil investigasi dan rencana respons politik secara bersamaan.
Kedua menteri dijadwalkan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan temuan terkait insiden drone yang menimbulkan kekhawatiran serius atas keamanan infrastruktur strategis di wilayah Jerman. Mereka juga akan mengungkapkan kemungkinan tindakan lanjutan, termasuk pengusiran diplomat Rusia, sebagai bentuk peringatan terhadap aksi yang dianggap mengancam kedaulatan dan keamanan negara.
Langkah ini menunjukkan ketegangan baru dalam hubungan bilateral Jerman-Rusia, yang sebelumnya telah memburuk akibat konflik di Ukraina dan aksi mata-mata yang dilaporkan. Pemerintah Jerman menegaskan bahwa keputusan yang diambil akan didasarkan pada prinsip keamanan nasional dan perlindungan terhadap institusi negara dari ancaman eksternal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

