KAEF Bangkit, Laba Semester I Tembus Rp54 Miliar
PT Kimia Farma (KAEF) mencatatkan laba bersih Rp54,07 miliar pada semester pertama 2026, hasil transformasi menyeluruh yang didukung pembenahan keuangan, digitalisasi, dan efisiensi operasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 19.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Transformasi bisnis PT Kimia Farma (KAEF) telah menunjukkan hasil nyata setelah sejumlah perbaikan fundamental dilakukan secara sistematis sejak 2024. Dengan dukungan penuh dari Danantara sebagai pemegang saham pengendali, perusahaan kini bergerak di atas fondasi yang lebih stabil, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan finansial. Penekanan pada tata kelola perusahaan yang baik, penyesuaian portofolio produk, serta digitalisasi proses operasional menjadi pilar utama dalam perjalanan pemulihan KAEF.
Pencapaian terbaru terlihat dari tren penurunan rugi bersih yang signifikan—dari Rp842 miliar pada 2024 menjadi Rp334,9 miliar di 2025—dan kini berubah menjadi laba bersih sebesar Rp54,07 miliar pada semester I-2026. Pertumbuhan penjualan bersih mencapai Rp4,70 triliun, naik 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usaha juga melonjak 111,3% menjadi Rp152,21 miliar, menunjukkan efisiensi operasional yang meningkat secara signifikan.
Direktur Utama KAEF, Djagad Prakasa Dwialam, menegaskan bahwa perbaikan yang dilakukan bukan sekadar koreksi, melainkan langkah preventif berkelanjutan. Ia menyebut bahwa keterbukaan terhadap kritik dari pemegang saham, termasuk pesan dari COO Danantara Dony Oskaria, menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang lebih bertanggung jawab. Di antara langkah strategis adalah restrukturisasi produksi yang memfokuskan kapasitas pada produk unggulan bermargin tinggi dengan permintaan pasar yang terjamin.
Peningkatan utilisasi fasilitas produksi dan peningkatan penggunaan bahan baku obat dalam negeri menjadi bagian dari upaya menciptakan rantai pasok yang lebih kuat dan berkelanjutan. Di sisi lain, sistem pelaporan dan manajemen inventori anak usaha, Kimia Farma Apotek, telah sepenuhnya beralih dari catatan manual ke sistem IT terintegrasi end-to-end. Kini, ribuan gerai apotek tersebar di seluruh Indonesia dapat dipantau secara real-time, meningkatkan akurasi stok dan efisiensi distribusi.
Djagad menegaskan bahwa Kimia Farma baru bukan hanya soal keuangan yang membaik, tetapi juga komitmen untuk menjadi entitas yang berkelanjutan, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga momentum positif ini agar KAEF tetap menjadi tulang punggung ketahanan kesehatan nasional yang tangguh secara finansial dan operasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


