Kampus Diminta Mobilisasi Ahli Tangani Dampak Erupsi Anak Krakatau
Kementerian mendesak seluruh perguruan tinggi aktifkan pakar dan siapkan posko tanggap darurat untuk antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 19.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengimbau seluruh perguruan tinggi di seluruh wilayah Indonesia untuk segera mengerahkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu guna mendukung penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Instruksi ini disampaikan sebagai respons atas perkembangan bencana vulkanik yang berpotensi memengaruhi masyarakat dan lingkungan sekitar. Wakil Menteri menekankan pentingnya peran akademisi dalam pemantauan, analisis, dan respons terhadap situasi darurat yang terjadi.
Pakar dari bidang kesehatan, teknik, lingkungan, mitigasi bencana, serta psikologi diminta terlibat aktif dalam mengevaluasi kondisi terkini dan memberikan rekomendasi berbasis ilmiah. Selain itu, kementerian mendorong kampus untuk segera membentuk posko siaga di lingkungan masing-masing sebagai pusat koordinasi tanggap darurat. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, BNPB, BMKG, dan PVMBG menjadi syarat utama dalam upaya memastikan respons yang cepat dan akurat.
Sejauh ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa atau kerusakan infrastruktur di kampus akibat abu vulkanik. Namun, aktivitas di luar ruangan tetap dibatasi secara ketat untuk menghindari risiko kesehatan. Proses pembelajaran, layanan kantor, dan kegiatan akademik lainnya disarankan dilaksanakan secara daring atau model hybrid guna meminimalkan paparan debu vulkanik.
Kementerian juga menekankan pentingnya pencegahan penyebaran informasi palsu di tengah masyarakat. Setiap sivitas akademika diminta mengacu pada data resmi yang dikeluarkan oleh instansi terkait, bukan pada spekulasi atau media sosial. Dengan melibatkan akademisi secara optimal, diharapkan masyarakat dapat menerima informasi yang akurat, terpercaya, dan mendukung upaya mitigasi bencana secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


