Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kampus Diminta Mobilisasi Ahli Tangani Dampak Erupsi Anak Krakatau

Kementerian mendesak seluruh perguruan tinggi aktifkan pakar dan siapkan posko tanggap darurat untuk antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 19.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kampus Diminta Mobilisasi Ahli Tangani Dampak Erupsi Anak Krakatau
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengimbau seluruh perguruan tinggi di seluruh wilayah Indonesia untuk segera mengerahkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu guna mendukung penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Instruksi ini disampaikan sebagai respons atas perkembangan bencana vulkanik yang berpotensi memengaruhi masyarakat dan lingkungan sekitar. Wakil Menteri menekankan pentingnya peran akademisi dalam pemantauan, analisis, dan respons terhadap situasi darurat yang terjadi.

Pakar dari bidang kesehatan, teknik, lingkungan, mitigasi bencana, serta psikologi diminta terlibat aktif dalam mengevaluasi kondisi terkini dan memberikan rekomendasi berbasis ilmiah. Selain itu, kementerian mendorong kampus untuk segera membentuk posko siaga di lingkungan masing-masing sebagai pusat koordinasi tanggap darurat. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, BNPB, BMKG, dan PVMBG menjadi syarat utama dalam upaya memastikan respons yang cepat dan akurat.

Sejauh ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa atau kerusakan infrastruktur di kampus akibat abu vulkanik. Namun, aktivitas di luar ruangan tetap dibatasi secara ketat untuk menghindari risiko kesehatan. Proses pembelajaran, layanan kantor, dan kegiatan akademik lainnya disarankan dilaksanakan secara daring atau model hybrid guna meminimalkan paparan debu vulkanik.

Kementerian juga menekankan pentingnya pencegahan penyebaran informasi palsu di tengah masyarakat. Setiap sivitas akademika diminta mengacu pada data resmi yang dikeluarkan oleh instansi terkait, bukan pada spekulasi atau media sosial. Dengan melibatkan akademisi secara optimal, diharapkan masyarakat dapat menerima informasi yang akurat, terpercaya, dan mendukung upaya mitigasi bencana secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya