Kapal Riset Rusia Disita di Svalbard atas Permintaan Ukraina
Norwegia menyita kapal riset Rusia Professor Molchanov di Svalbard atas permintaan perusahaan energi Ukraina, menegaskan ketegangan geopolitik di wilayah Arktik.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 12.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kapal riset milik negara Rusia, Professor Molchanov, telah disita otoritas Norwegia di Barentsburg, kota Rusia di kepulauan Svalbard, berdasarkan perintah pengadilan yang dikeluarkan pada 31 Agustus. Penyitaan dilakukan atas permintaan Naftogaz, perusahaan energi milik negara Ukraina, sebagai bagian dari langkah hukum terkait klaim terhadap aset di wilayah Arktik. Kapal yang berlabuh di Barentsburg, wilayah yang diperintah Norwegia meski berada di bawah yurisdiksi internasional, kini dilarang bergerak hingga keputusan hukum lebih lanjut dikeluarkan.
Penyitaan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan negara-negara NATO terkait dominasi dan akses di kawasan Arktik. Awak kapal dan penumpang, termasuk ilmuwan dan pekerja dari perusahaan Arktikugol, baru mengetahui kejadian tersebut melalui media, menurut laporan koresponden TASS yang ikut dalam ekspedisi. Tidak ada laporan cedera atau ancaman terhadap keselamatan mereka.
Menteri Rusia untuk Pembangunan Timur Jauh dan Arktik, Aleksey Chekunkov, menyatakan bahwa semua awak dalam kondisi aman dan menegaskan bahwa perusahaan Arktikugol akan segera mengajukan gugatan hukum terhadap keputusan penyitaan. Ia menekankan bahwa kapal tersebut beroperasi secara legal dan telah menjalankan fungsi penting sebagai sarana transportasi antara Murmansk dan Barentsburg sejak 2025.
Professor Molchanov, yang dioperasikan oleh Roshydromet, sebelumnya tidak hanya menjalankan misi ilmiah tetapi juga menjadi satu-satunya sarana transportasi laut reguler antara Rusia dan Svalbard sejak penerbangan langsung dihentikan pada 2020. Sebanyak 10 rute pulang-pergi dijadwalkan selama 2026, mencakup pengangkutan penumpang, logistik, dan peralatan penting bagi komunitas Rusia di wilayah tersebut.
Penyitaan kapal ini menyoroti kompleksitas hukum dan politik di kawasan Arktik, di mana aset milik negara berpotensi menjadi alat dalam konflik geopolitik. Meski tidak menimbulkan eskalasi militer, kejadian ini menjadi indikator kuat bahwa sengketa ekonomi dan yurisdiksi di wilayah kutub semakin intensif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

