Kapal Rusia Disita di Svalbard untuk Bayar Ganti Rugi Krimea
Norwegia menyita kapal ilmiah Rusia di Svalbard sebagai bentuk penegakan putusan arbitrase atas kompensasi aset Ukraina di Krimea senilai US$4,22 miliar.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 01.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Norwegia mengambil alih kapal ekspedisi ilmiah milik Rusia, Professor Molchanov, di Barentsburg, kepulauan Svalbard, sebagai respons terhadap putusan arbitrase internasional yang mengharuskan Moskow membayar ganti rugi kepada Naftogaz Ukraina. Penyitaan dilakukan pada 2 September, didasarkan pada perjanjian Svalbard 1920, yang memberi otoritas kepada Norwegia atas wilayah tersebut. Kapal yang beroperasi di wilayah Arktik itu, dibangun pada 1982 di Finlandia, kini menjadi aset yang akan dieksekusi untuk menutupi nilai kompensasi sebesar US$4,22 miliar atau sekitar Rp74,27 triliun.
Moskow menanggapi tindakan ini dengan protes tajam, menuding Norwegia melakukan tindakan pembajakan yang melanggar hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan aktivitas Rusia di Svalbard kini berada dalam kondisi terblokade secara hukum. Pemerintah Norwegia menegaskan bahwa penyitaan merupakan keputusan hukum yang berlaku terhadap aset milik negara atau organisasi Rusia, bukan bentuk konflik politik antar negara. Perintah penyitaan dikeluarkan oleh pengadilan distrik pada 31 Agustus dan ditegaskan oleh pihak gubernur Svalbard untuk diterapkan secara konsisten.
Naftogaz telah menempuh jalur hukum sejak 2016 untuk menuntut kompensasi atas asetnya yang disita Rusia setelah pendudukan Krimea. Pada April 2023, pengadilan arbitrase di Den Haag mengeluarkan putusan yang mengharuskan Rusia membayar sejumlah besar uang, termasuk bunga dan biaya hukum. Namun, Moskow menolak mengakui yurisdiksi pengadilan tersebut. Plt. CEO Naftogaz, Sergii Fedorenko, menegaskan bahwa Rusia tidak dapat menghindari kewajiban hukum hanya dengan menolak mematuhi putusan internasional.
Pihak pengacara Naftogaz, Clovis Trevino dari firma Covington, memperkirakan total kewajiban Rusia akan meningkat hingga sekitar US$6 miliar atau Rp105,6 triliun jika semua biaya ditambahkan. Ia menyatakan bahwa tujuan utama penyitaan adalah untuk memastikan aset dapat dilelang, sehingga dana bisa digunakan untuk mendukung pemulihan ekonomi Ukraina. Kapal yang tiba di Barentsburg pada 1 September membawa sekitar 80 orang, termasuk ilmuwan dan awak. Gubernur Svalbard, Lars Fause, menyatakan siap membantu penumpang dan awak kapal untuk kembali ke Rusia secara aman melalui komunikasi dengan pihak Barentsburg.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026

OJK Perkuat Pengawasan Asuransi Ilegal, Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
OJK menegaskan penegakan hukum di sektor asuransi ilegal dan percepatan transformasi keuangan syariah melalui pemisahan unit, ekosistem daerah, serta program edukasi nasional hingga Agustus 2026.
8 September 2026

Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi di Sumbar
Tim gabungan lakukan sidak ke SPBU di Padang untuk pastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan sesuai aturan.
8 September 2026

Kasus Kim Soo-hyun dengan Kim Sae-ron Berakhir Tanpa Tuntutan
Penyelidikan terhadap Kim Soo-hyun terkait dugaan hubungan dengan Kim Sae-ron saat masih di bawah umur resmi berakhir tanpa tindak lanjut hukum.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


