Karhutla Masih Mengancam, Wisata Outdoor Dihentikan Sementara
Kemenhut dan BMKG imbau masyarakat hindari destinasi outdoor akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan, dengan penutupan sementara jalur pendakian di sejumlah gunung utama.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih meluas di sejumlah provinsi Indonesia memicu kebijakan penutupan sementara aktivitas wisata di area terbuka. Sejak 1 September 2026, Kementerian Kehutanan menerapkan pembatasan akses ke kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam, terutama di wilayah yang rentan terhadap titik panas tinggi. Pemantauan menunjukkan adanya 1.370 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebar di berbagai wilayah, dominan di Kalimantan dan Sumatra.
Sejumlah gunung populer yang mengalami penutupan sementara meliputi Semeru, Kerinci, Ciremai, Tambora, Gede Pangrango, dan Leuser. Sementara itu, jalur pendakian di Rinjani, Merbabu, dan Halimun Salak tetap dibuka dengan pengawasan ketat. Kebijakan ini diambil sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi kebakaran yang dapat meluas akibat aktivitas manusia di kawasan sensitif. Pemantauan terus dilakukan secara intensif guna menjamin keselamatan wisatawan dan menjaga ekosistem alam.
Kualitas udara di sejumlah wilayah, khususnya di Kalimantan dan Sumatra barat, mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data per 4 September 2026, sebagian wilayah Kalimantan Barat berada dalam kategori Sangat Tidak Sehat, sementara daerah lainnya berada pada kategori Tidak Sehat. Meski mayoritas wilayah Indonesia masih dalam kategori Baik hingga Sedang, kondisi ini tetap membahayakan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.
Sebagai respons, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunda rencana liburan di area terbuka dan beralih ke destinasi dalam ruangan seperti museum, galeri seni, pusat kebudayaan, atau fasilitas rekreasi tertutup. Calon pelancong juga diminta untuk memantau perkembangan kualitas udara dan status operasional destinasi secara rutin melalui sumber resmi. Langkah ini menjadi upaya kolektif menjaga kesehatan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan alam Indonesia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


