Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kementan Dorong Produksi Gabah 2 Juta Ton Lewat Pertanian Modern

Kementan menargetkan peningkatan produksi gabah kering panen sebanyak 2 juta ton melalui penerapan sistem pertanian modern di lahan-lahan strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 23.21 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Kementan Dorong Produksi Gabah 2 Juta Ton Lewat Pertanian Modern📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pertanian kini mengakselerasi program pertanian modern sebagai langkah strategis untuk menopang ketahanan pangan nasional. Dalam upaya mencapai target produksi gabah kering panen (GKP), pemerintah menetapkan peningkatan produksi hingga 2 juta ton melalui penerapan sistem Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS). Strategi ini mengedepankan peningkatan kepadatan tanam serta pemanfaatan benih unggul dan sarana produksi berkualitas tinggi untuk memaksimalkan hasil per hektar.

Dalam kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang memengaruhi luasan tanam secara nasional, penerapan teknologi baru menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas produksi. Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan, Ladiyani Retno Widowati, menegaskan bahwa penurunan luasan tanam reguler memaksa pemerintah mencari solusi inovatif. “Kita harus meningkatkan produktivitas per hektar agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan meski luasan tanam menurun,” ujarnya dalam diskusi publik di Jakarta Selatan.

Hasil uji coba program menunjukkan peningkatan hasil panen yang signifikan. Berdasarkan evaluasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta institusi pendidikan tinggi, beberapa lokasi mencatat kenaikan produksi hingga 5 ton per hektar, dengan rata-rata kenaikan minimal 2 ton per hektar. Peningkatan ini didukung oleh perbaikan manajemen tanam, pengelolaan air, dan pemupukan yang lebih efisien.

Untuk mencapai target akhir tahun anggaran, Kementan terus menyalurkan bantuan benih unggul dan peralatan produksi ke sentra-sentra pertanian di seluruh wilayah. Penyaluran ini difokuskan pada lahan yang memiliki potensi tinggi dan telah melalui proses pendampingan teknis. Dengan asumsi peningkatan produktivitas rata-rata 2 ton per hektar di kawasan yang mencapai hampir 1 juta hektar, maka secara nasional diperkirakan terjadi kenaikan produksi sebesar 2 juta ton GKP.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya