Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kementerian PKP Siapkan Tiga Tower Rusun Prioritas 2027

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menyiapkan pembangunan tiga tower rusun prioritas pada 2027 dengan alokasi anggaran Rp127,6 miliar melalui mekanisme pengusulan melalui SIBARU.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kementerian PKP Siapkan Tiga Tower Rusun Prioritas 2027
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah menyiapkan rencana pembangunan tiga tower rumah susun prioritas pada tahun depan, 2027. Alokasi dana untuk proyek tersebut sebesar Rp127,6 miliar, berasal dari pagu anggaran tahun depan yang mencapai Rp11,77 triliun. Anggaran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati, menyatakan bahwa jumlah tower yang direncanakan saat ini terbatas karena keterbatasan anggaran. Meski demikian, pihaknya telah mengusulkan penambahan kapasitas pembangunan untuk mendukung kebutuhan yang lebih besar. Proses pengusulan dilakukan melalui Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU), dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan kriteria kelayakan sebelum disetujui.

Pembangunan rusun ini tidak hanya mencakup hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan khusus seperti rusun untuk instansi pemerintah dan potensi pengembangan rusun keagamaan. Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri PKP yang menekankan pentingnya hunian vertikal sebagai solusi atas keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.

Dengan konsep hunian vertikal, pemanfaatan lahan menjadi lebih efisien, memungkinkan lebih banyak keluarga tinggal dekat pusat aktivitas ekonomi, layanan publik, dan jaringan transportasi. Hal ini diharapkan dapat menurunkan biaya transportasi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. BP Tapera menilai rusun sebagai salah satu cara paling efektif untuk menekan backlog perumahan, yaitu selisih antara kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian layak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya