Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dinilai Wajar Berdasarkan Formula
Kenaikan harga BBM nonsubsidi sejumlah produk pada September 2026 dianggap wajar oleh pakar, sejalan dengan mekanisme harga berbasis ICP dan kondisi ekonomi makro.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.48 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku sejak 1 September 2026 dinilai masih dalam koridor wajar oleh Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI). Tulus Abadi menegaskan bahwa kenaikan tersebut didasarkan pada mekanisme yang telah ditetapkan, termasuk harga minyak mentah patokan Indonesia (ICP), fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta tren inflasi nasional.
Perubahan harga terjadi pada empat jenis BBM nonsubsidi, yakni Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green. Di wilayah Jabodetabek, harga Dexlite naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, sementara Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp18.300 ke Rp19.600 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter, efektif mulai 2 September.
Sementara itu, harga BBM penugasan dan subsidi tetap tidak berubah. Pertalite dipertahankan di Rp10.000 per liter, Biosolar tetap di Rp6.800 per liter, serta Pertamax tetap di harga Rp15.950 per liter sejak 1 Agustus 2026. Tulus menekankan bahwa kebijakan ini harus diimbangi dengan respons kebijakan pemerintah guna menangani dampak sosial ekonomi, terutama bagi kelas menengah yang rentan terdampak.
Ia memperingatkan adanya risiko efek domino, termasuk tekanan terhadap daya beli dan aktivitas ekonomi secara luas. Untuk menekan dampak tersebut, ia menyarankan penguatan subsidi pada transportasi publik massal, khususnya di kawasan Jabodetabek, agar masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum. Upaya ini, menurutnya, dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi beban biaya energi bagi masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

