Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kerusuhan Anti-Migran di Afrika Selatan, Toko dan Kendaraan Dibakar

Aksi kekerasan meluas di Soweto dan Durban menyebabkan puluhan kendaraan dibakar dan toko milik warga asing dirusak, disertai suara tembakan yang dilaporkan terdengar di lokasi kejadian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kerusuhan Anti-Migran di Afrika Selatan, Toko dan Kendaraan Dibakar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kerusuhan yang melanda kawasan Soweto, Johannesburg, serta wilayah pesisir Durban pada Kamis (8/10/2026) berbuntut pada kekacauan massal. Aksi protes yang awalnya berlangsung secara terkendali berubah menjadi kekerasan saat kerumunan menyerang kendaraan dan memasuki toko-toko milik penduduk asing. Suara tembakan dilaporkan terdengar di tengah kerumunan, memperparah ketegangan di lapangan.

Di Durban, aksi kekerasan dipicu oleh desakan terhadap sebuah pusat pengungsi untuk menghentikan proses penanganan permohonan suaka. Kekacauan memicu penjarahan terhadap toko-toko milik warga asing, sementara sekitar sepuluh kendaraan digulingkan dan dibakar. Perusuh tidak hanya merusak properti, tetapi juga menghancurkan kembali rasa aman bagi komunitas migran yang telah lama tinggal di wilayah tersebut.

Peristiwa ini menjadi bagian dari tren meningkatnya sentimen anti-migran yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir di Afrika Selatan. Banyak warga asing dari negara-negara Afrika lainnya memilih meninggalkan negeri itu karena khawatir atas keselamatan diri dan keluarga. Kekerasan yang terjadi dalam aksi protes serupa telah menuai kecaman dari berbagai lembaga internasional.

Pihak berwenang mengaku kesulitan menangani eskalasi kekerasan akibat jumlah massa yang besar dan mobilitas cepat pelaku. Tuduhan terhadap migran atas pencurian lapangan kerja, peningkatan angka kriminalitas, serta beban terhadap fasilitas publik terus menjadi narasi dominan dalam demonstrasi. Namun, fakta menunjukkan bahwa kebanyakan pelaku kejahatan tidak berasal dari kalangan migran.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya