Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kesaksian Petugas Soal Insiden di Karaoke: Betrand Peto Dibantah Terlibat Kekerasan

Ruben Onsu mengungkap kesaksian dua petugas karaoke yang membantah adanya tindak kekerasan seksual terhadap Betrand Peto, sementara pelapor menyatakan mengalami pelecehan dan luka akibat peristiwa tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kesaksian Petugas Soal Insiden di Karaoke: Betrand Peto Dibantah Terlibat Kekerasan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dua petugas server di sebuah klub malam di kawasan SCBD Jakarta Selatan mengungkapkan kronologi kejadian yang melibatkan Betrand Peto dan tiga perempuan, termasuk seorang perempuan yang dilaporkan mengalami luka. Salah satu petugas, Jakaria, menyatakan bahwa ia mengantar tiga perempuan ke ruangan karaoke atas permintaan teman Betrand. Ia menegaskan bahwa semua pihak telah diperkenalkan dan perempuan-perempuan tersebut mengetahui konteks kehadiran mereka.

Menurut Jakaria, segera setelah ia keluar ruangan, terjadi keributan dengan salah satu perempuan yang tiba-tiba menangis tanpa penjelasan. Ia menyebut salah satu korban, yang disebut sebagai "kuping berdarah", marah karena temannya menangis dan sempat beradu argumen dengan teman Betrand. Petugas ini menekankan bahwa situasi sempat memburuk, tetapi berhasil dilerai oleh petugas lain. Ia juga menolak adanya dugaan pelecehan atau pemerkosaan, menekankan bahwa ruangan dipantau oleh petugas dan terdapat lima orang di dalamnya.

Petugas perempuan lain, Revi, mendukung kesaksian Jakaria. Ia menyatakan bahwa seluruh pihak, termasuk Betrand dan temannya, tampak menikmati waktu bersama di ruangan karaoke. Revi juga mengungkapkan bahwa seorang perempuan menangis tanpa alasan jelas saat ia meninggalkan ruangan, namun ia menegaskan tidak melihat tindakan kasar dari Betrand Peto. Ia menekankan bahwa tidak ada indikasi kekerasan fisik yang terjadi di dalam ruangan.

Sementara itu, perempuan berinisial ANW, yang melaporkan Betrand Peto ke polisi, mengaku mengalami pelecehan seksual saat berada di depan pintu toilet. Ia menyebut Betrand menarik tangannya secara tiba-tiba, lalu melakukan tindakan yang membuatnya merasa terancam. Ia menangis saat bercerita dan menyatakan telah mengalami cedera pada hidung, leher, dan tangan, yang disertai dengan bukti visum dan foto luka. Kuasa hukum ANW menyatakan bahwa laporan juga mencakup dugaan penganiayaan oleh rekan Betrand terhadap temannya.

Polisi telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap Betrand Peto, dengan sangkaan Pasal 473 KUHP dan Pasal 6 UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ruben Onsu, selaku ayah angkat, menyampaikan permohonan maaf atas kabar tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya akan menunggu hasil penyelidikan lengkap sebelum mengambil kesimpulan. Ia menekankan pentingnya menunggu bukti nyata sebelum menilai kasus ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya