Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kolaborasi Indonesia-Malaysia Wujudkan Baterai ASEAN Mandiri

Kerja sama strategis Indonesia dan Malaysia fokus pada pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik melalui proyek Baterai Nusantara untuk menciptakan rantai pasok mandiri di kawasan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 16.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kolaborasi Indonesia-Malaysia Wujudkan Baterai ASEAN Mandiri
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia dan Malaysia kini memperkuat kerja sama dalam pengembangan teknologi baterai kendaraan listrik melalui inisiatif Baterai Nusantara, yang menjadi fondasi bagi terbentuknya ekosistem baterai mandiri di kawasan Asia Tenggara. Proyek ini mengintegrasikan keunggulan masing-masing negara, dengan Indonesia berperan sebagai penyedia bahan baku utama, khususnya dalam pengembangan katoda, sementara Malaysia menyediakan fasilitas produksi tingkat pilot yang mendukung pengolahan sel baterai.

Menurut Profesor Evvy Kartini dari BRIN dan pendiri National Battery Research Institute (NBRI), kolaborasi ini bukan sekadar transfer teknologi, melainkan langkah sistemik untuk mengurangi ketergantungan ASEAN pada pasokan baterai dari luar kawasan. Ia menekankan pentingnya membangun kapasitas lokal, termasuk fasilitas pengujian dan produksi skala kecil, sebagai jembatan antara hasil riset laboratorium dengan produksi komersial yang massal.

Hasil inovasi dari kerja sama ini telah resmi diperkenalkan di Malaysia bersama kementerian terkait, menandai keberhasilan awal dalam penerapan skema produksi berbasis kolaborasi regional. Dengan potensi pasar kendaraan listrik yang terus tumbuh di ASEAN, pendekatan ini diharapkan mampu mendorong transformasi industri, sekaligus memperkuat posisi kawasan sebagai pusat inovasi teknologi baterai di tingkat global.

Kunci keberhasilan proyek ini terletak pada ketersediaan fasilitas pilot plant di Indonesia, yang dinilai sebagai kebutuhan mendesak untuk mempercepat tahap pengujian dan validasi teknologi sebelum industrialisasi. Dengan adanya fasilitas tersebut, riset lokal dapat diuji dalam skala yang lebih besar, memungkinkan transfer pengetahuan dan teknologi dari mitra internasional untuk dikembangkan lebih lanjut secara nasional.

Tujuan akhirnya adalah mengubah posisi Indonesia dari sekadar eksportir bahan baku menjadi produsen sel baterai yang mandiri, sejalan dengan visi ASEAN untuk memiliki ekosistem teknologi baterai yang terintegrasi, berkelanjutan, dan bebas ketergantungan eksternal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya