Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kolaborasi Jadi Pemicu Kenaikan Kelas UMKM

Pendampingan berkelanjutan dan jaringan kolaborasi menjadi kunci penguatan ekosistem UMKM di Indonesia, mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan akses pasar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Kolaborasi Jadi Pemicu Kenaikan Kelas UMKM📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak lagi cukup dilakukan secara individual. Keterlibatan dalam jaringan kolaboratif, pertukaran pengetahuan, serta koneksi dengan pasar lokal maupun global kini menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang tangguh dan berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha tidak hanya berkembang secara finansial, tetapi juga turut memberi dampak positif bagi komunitas di sekitar mereka.

Program yang digerakkan oleh Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) pada September 2026 menjadi wujud nyata dari pendekatan ini. Dalam acara "Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas, Membuka Pasar Global", lebih dari 180 pelaku UMKM binaan SUI/SETC dari seluruh wilayah Indonesia, ditambah 50 pelaku UMKM Jakpreneur, mengikuti pelatihan intensif. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Sampoerna dalam memperkuat kewirausahaan melalui peningkatan kapasitas dan perluasan akses pasar, khususnya melalui program keberlanjutan "Sampoerna untuk Indonesia".

Sejak 2007, SETC telah membina lebih dari 108.000 pelaku usaha UMKM. Sejumlah program ekspor telah dilakukan, termasuk partisipasi dalam The 21st China International Small and Medium Enterprises Fair 2026, bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, UMKM binaan juga tampil dalam Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SMEs Expo (JITEX). Jaringan Sampoerna Retail Community (SRC), yang telah membina lebih dari 250.000 toko kelontong, mencatatkan omzet tahunan sebesar Rp251 triliun, setara 9,46% dari PDB ritel nasional 2025.

Untuk memperluas dampak pendampingan, SETC mengembangkan Collaborator Hub sebagai pusat penggerak pemberdayaan UMKM tingkat lokal. Saat ini, terdapat 30 hub tersebar di 17 provinsi, yang secara konsisten mendampingi lebih dari 2.300 UMKM. Hub ini tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga membangun kolaborasi dan membuka akses pasar. Pendekatan berbasis praktik ini menunjukkan bahwa pelaku usaha yang telah sukses mampu menjadi mentor bagi rekan seprofesi, bahkan pesaing, menciptakan efek berantai yang luas.

Dari Balikpapan, Nurul Ahdaniyah melalui PT Bungas Food Nusantara mengembangkan minuman herbal Bungas Wedang Dayak dengan melibatkan 10 kelompok tani penanam bawang dayak. Ia menyampaikan bahwa melalui SETC, ia belajar bahwa berbagi pengetahuan membawa hasil yang jauh lebih besar dari sekadar keuntungan. Produknya kini telah menembus pasar internasional seperti Singapura, Malaysia, Nigeria, dan Australia. Di Kebumen, Novita atau Ovi melalui Komunitas Pelepah Berdaya mengubah limbah pelepah menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus memberi pelatihan kepada warga lembaga pemasyarakatan. Ia menekankan bahwa pelatihan bukan hanya memberi keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan harapan.

Pendekatan yang dijalankan menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM bukan hanya soal meningkatkan omzet, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih mandiri dan saling mendukung. Prinsip Falsafah Tiga Tangan—menghasilkan produk berkualitas, memberi nilai bagi pemangku kepentingan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat—menjadi pedoman utama dalam setiap langkah program. Dengan kolaborasi sebagai modal utama, UMKM di Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan menjangkau pasar global secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya