Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemulihan Ekonomi di Sumatera Menunjukkan Tanda Kebangkitan

Pemulihan ekonomi di Aceh, Sumut, dan Sumbar pasca bencana November 2025 terus menunjukkan kemajuan signifikan melalui kembali beroperasinya pasar rakyat, peningkatan akses KUR, dan aktivitas UMKM yang kembali bergeliat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pemulihan Ekonomi di Sumatera Menunjukkan Tanda Kebangkitan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan ekonomi di wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam pada November 2025 mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang nyata. Berbagai indikator menunjukkan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal, terutama di sektor perdagangan dan usaha mikro. Pasar rakyat yang sempat terganggu akibat bencana kini telah kembali beroperasi secara penuh di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan tingkat aktivasi mencapai 90 persen di Aceh dan 100 persen di dua provinsi lainnya.

Peningkatan akses pembiayaan menjadi salah satu penopang utama pemulihan. Hingga 5 Oktober 2026, jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah terdampak mencapai 121.984 orang di Aceh, 44.049 di Sumut, dan 27.670 di Sumbar. Data ini menunjukkan masyarakat mulai kembali percaya diri untuk memanfaatkan dana bergulir guna menjalankan dan mengembangkan usaha mereka. Menurut pernyataan resmi, hal ini menjadi bukti nyata bahwa program pemerintah mulai berdampak secara langsung terhadap kebangkitan ekonomi lokal.

Di sektor UMKM, aktivitas perdagangan elektronik juga menunjukkan tren positif. Hingga 26 Agustus 2026, tercatat lebih dari 40 juta transaksi dilakukan oleh pelaku usaha mikro dan kecil, menandakan kembali pulihnya daya beli dan aktivitas ekonomi digital di daerah terdampak. Pemerintah terus memperkuat dukungan melalui penyaluran bantuan dan program pemulihan infrastruktur yang menjangkau berbagai sektor, termasuk pertanian dan perikanan.

Pemulihan lahan pertanian telah mencapai 56,71 persen di Aceh (17.844 hektare), 96,57 persen di Sumut (7.085 hektare), dan 100 persen di Sumbar (3.902 hektare). Di bidang perikanan, dilakukan rehabilitasi tambak seluas 10,88 hektare, bantuan perikanan tangkap, serta penguatan sistem pengolahan dan pemasaran hasil laut. Semua upaya ini dilakukan secara terkoordinasi untuk memastikan pemulihan ekonomi berjalan merata dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya