Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IMF: Bantuan Langsung Lebih Efisien dari Subsidi Harga

IMF menegaskan bahwa bantuan langsung yang tepat sasaran lebih efektif dan hemat biaya dibandingkan subsidi harga dalam menangani lonjakan harga kebutuhan pokok.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
IMF: Bantuan Langsung Lebih Efisien dari Subsidi Harga📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam kondisi tekanan inflasi global yang meningkat, IMF menyoroti pentingnya kebijakan perlindungan sosial yang responsif dan berbasis pendapatan. Kenaikan harga pangan, listrik, dan bahan bakar dalam lima tahun terakhir, didorong oleh gejolak pasar komoditas seperti konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, telah memberi tekanan besar pada daya beli rumah tangga miskin. Karena kebutuhan pokok tidak bisa dengan mudah dikurangi atau digantikan, lonjakan harga yang bersifat sementara justru berdampak jangka panjang terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga.

IMF menekankan bahwa intervensi harga melalui subsidi cenderung kurang efisien dibandingkan transfer langsung. Dalam model analisis terbaru, untuk memberikan perlindungan setara kepada keluarga berpenghasilan rendah, subsidi konsumen membutuhkan anggaran tiga hingga enam kali lipat lebih besar dibandingkan bantuan pendapatan yang ditargetkan. Bahkan, subsidi produsen dinilai jauh lebih mahal—mencapai 14 hingga 22 kali lipat—karena biayanya tidak langsung menyentuh rumah tangga miskin, melainkan mengalir ke sektor produksi dan bahkan ke pasar internasional.

Kebijakan bantuan langsung, menurut IMF, lebih efisien karena langsung menyasar kelompok rentan tanpa merusak mekanisme pasar. Dengan tetap mempertahankan harga pasar yang mencerminkan kelangkaan, konsumsi dapat disesuaikan secara alami, sementara rumah tangga miskin tetap terlindungi. Bantuan ini harus bersifat sementara, menggunakan sistem perlindungan sosial yang sudah ada, dan diperluas hanya jika ada ancaman serius terhadap ketahanan pangan atau stabilitas sosial, dengan jangka waktu yang jelas.

IMF juga menekankan pentingnya penguatan sistem perlindungan sosial sebelum krisis terjadi. Dengan persiapan yang matang, respons kebijakan di masa depan akan lebih cepat dan efektif, sekaligus menjaga ruang fiskal untuk menghadapi guncangan ekonomi mendatang. Kebijakan yang tidak berkelanjutan atau tidak tepat sasaran justru dapat memperparah tekanan anggaran negara dan menghambat upaya pengendalian inflasi jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya