Kolaborasi Wajib Atasi Karhutla Saat El Nino Ekstrem
Pakar hukum kehutanan menekankan perlunya kerja sama semua pihak dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi El Nino yang memperparah risiko.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 10.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini semakin mengkhawatirkan seiring dengan munculnya fenomena El Nino ekstrem yang berdampak pada kekeringan meluas. Dalam kondisi tersebut, upaya pencegahan dan penanganan kebakaran tidak lagi bisa menjadi tanggung jawab tunggal pemerintah atau perusahaan pemegang konsesi. Menurut pakar hukum kehutanan dari Universitas Al-Azhar Indonesia, seluruh stakeholder—mulai dari pemerintah daerah, masyarakat adat, sektor swasta, hingga lembaga swadaya masyarakat—harus turut serta dalam strategi pencegahan yang terkoordinasi.
Kondisi El Nino diperkirakan akan memperpanjang durasi kekeringan dan meningkatkan potensi terjadinya kebakaran yang lebih luas dan sulit dipadamkan. Hal ini menuntut kesiapan sumber daya manusia, peralatan, dan anggaran yang memadai. Menurut narasumber, pendekatan yang hanya mengandalkan penanganan pasca-kebakaran tidak cukup; pencegahan harus dimulai dari mitigasi risiko dan peningkatan kapasitas lokal.
Ia menegaskan bahwa api tidak membedakan status hukum lahan, sehingga kawasan hutan negara seperti taman nasional pun tidak kebal terhadap ancaman kebakaran. Oleh karena itu, kebijakan responsif harus bersifat inklusif dan berbasis data lapangan. Penyebab kebakaran tidak boleh dikonstruksi secara asal-asalan, apalagi dikaitkan langsung dengan pihak tertentu tanpa bukti ilmiah.
Penegakan hukum tetap menjadi bagian penting, terutama jika terbukti ada tindakan pembakaran yang disengaja dengan motif tertentu. Dalam hal ini, aparat penegak hukum berperan sebagai pengawas dan penegak aturan, bukan sebagai pelaku penilaian prematur. Kolaborasi yang sinergis, transparan, dan berbasis fakta menjadi kunci utama untuk mengurangi dampak karhutla secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pertama Kali iOS Berhasil Dioperasikan di Ponsel Android
Para pengembang independen berhasil menjalankan iOS 16 di perangkat Android, membuka jalan eksperimen teknis lintas ekosistem tanpa dukungan resmi dari Apple.
26 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ir. H. Andi Pangerang Umar Mantan Bupati Kolaka Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 13.11 WITA

UIN Kolaka Gelar Adu Kreativitas dalam Bulan Bahasa
Senin, 26 Oktober 2026, 13.06 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Senin, 26 Oktober 2026, 12.27 WITA

18 Orang Diamankan dalam Gerebek Narkoba di Kampung Madani
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pramono Ajak Warga Dukung JRF 2026, Jakarta Semakin Diperhitungkan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Penindakan Wajib Direkam
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Mekanik Tangerang Kaget Dapat Tagihan Pajak McLaren Rp137 Juta
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Pria di Madiun Tewaskan Istri Siri dan Anaknya dengan Cara Sadis
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

