Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Komisi XII DPR Usir Perwakilan Jababeka dari Rapat RDP

Komisi XII DPR mengusir perwakilan PT Jababeka Tbk dari rapat dengar pendapat umum karena hanya mengutus anak usaha tanpa kehadiran direktur utama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Komisi XII DPR Usir Perwakilan Jababeka dari Rapat RDP
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memutuskan mengusir perwakilan PT Jababeka Tbk dari rapat kerja dengan DPR, setelah pihak perusahaan kembali tidak hadir dengan direksi utama dan hanya mengirim perwakilan dari anak perusahaan. Rapat yang digelar di Gedung DPR Senayan itu bertujuan membahas keluhan terkait pipa limbah industri yang berdampak pada lingkungan, yang diajukan oleh PT Mastertama Adhi Propertindo (MAP).

Wakil Ketua Komisi XII, Bambang Haryadi, menyatakan kekecewaan atas sikap yang dianggap tidak kooperatif dari manajemen Jababeka. Ia menegaskan bahwa rapat ini merupakan panggilan kedua, namun kali ini hanya Direktur Utama Jababeka Infrastruktur, Didik Purbadi, yang hadir, bukan Setyono Djuandi Darmono selaku direktur utama perusahaan induk. “Kita ingin mencari solusi bersama, tetapi mereka justru menganggap rapat ini tidak penting,” tegasnya dalam keterangan tertulis.

Dalam proses rapat, Komisi XII tetap melanjutkan pembahasan dengan hadirnya PT MAP dan Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Rizal Irawan. Keputusan untuk melanjutkan tanpa kehadiran perwakilan utama Jababeka menunjukkan sikap serius komisi dalam menindaklanjuti aduan publik terkait lingkungan. Kehadiran hanya dari anak perusahaan dinilai tidak mencerminkan komitmen tingkat manajemen tinggi.

Didik Purbadi, selaku Direktur Utama Jababeka Infrastruktur, menyatakan siap menjalani pemanggilan berikutnya. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan kooperatif dan menunggu undangan resmi dari Komisi XII untuk menyampaikan kebijakan dan langkah penyelesaian masalah secara lebih komprehensif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya