Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Konflik AS-Iran Tegang, Jalur Selat Hormuz Terancam Tertutup

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi berlangsung berbulan-bulan, menyusul penutupan Selat Hormuz dan serangkaian serangan saling membalas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.58 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Konflik AS-Iran Tegang, Jalur Selat Hormuz Terancam Tertutup
Foto: Tempo

Kendari, ıNarasikita - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran terus memburuk, dengan kemungkinan konflik berlanjut dalam siklus serangan terbatas yang diikuti jeda, namun tanpa penyelesaian permanen. Laporan terbaru mengungkap bahwa kedua belah pihak tetap melakukan perundingan diplomasi, meski pelaksanaan kesepakatan masih menghadapi tantangan besar. Pola yang muncul dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan siklus kekerasan yang berulang: serangan kecil, jeda sementara, lalu kembali memanas, dengan potensi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Teheran dan Washington telah melakukan upaya perdamaian, termasuk penandatanganan memorandum pada 17 Juni untuk mengakhiri eskalasi yang dimulai sejak 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, militer AS kembali melakukan serangan terhadap sasaran di wilayah Iran, menanggapi aksi Iran terhadap kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz. Reaksi tersebut langsung dibalas oleh pasukan Iran dengan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah, menandai kembali kenaikan tensi di kawasan strategis tersebut.

Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan sementara Selat Hormuz sebagai respons atas serangan udara terhadap instalasi militer dan sipilnya. Penutupan ini dinyatakan akan berlangsung hingga campur tangan militer AS di kawasan berhenti. Di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" jalur pelayaran kunci tersebut, sambil memperketat blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Langkah ini menegaskan posisi AS dalam mempertahankan akses maritim internasional, meski berpotensi memperparah krisis.

Upaya negosiasi tetap berjalan, meski dengan keberhasilan yang terbatas. Beberapa sumber menyebut bahwa Iran menyadari keterbatasan AS dalam memperluas eskalasi militer, terutama akibat penurunan cadangan minyak global dan keterbatasan pasokan senjata. Namun, pihak AS diprediksi tidak akan menarik diri sebelum Iran menyerah pada tuntutan terkait kontrol jalur perairan strategis. Tantangan utama tetap berada pada keseimbangan kekuatan dan keinginan masing-masing pihak untuk tidak menyerah pada tekanan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya