Konservasi Mangrove Simanja Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir
Kawasan mangrove Simanja di Cilacap telah pulih berkat upaya konservasi berkelanjutan, menjadi pusat edukasi, ekonomi lokal, dan perlindungan ekosistem pesisir sekaligus.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 07.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Di tengah ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem pesisir, kawasan mangrove Simanja di Desa Energi Berdikari Jagapati, Cilacap, kini menjadi contoh nyata transformasi lingkungan berbasis masyarakat. Dulu lahan gundul dan terancam tergerus air laut, kini tumbuh rimbun dengan beragam spesies bakau yang menjadi penahan gelombang alami. Upaya pemulihan dimulai sejak tahun 2000 oleh Ketua Kelompok Nelayan Sida Asih, Naswan, yang memimpin gerakan penghijauan dengan tanam awal seluas dua hektare.
Kini, kawasan tersebut telah melibatkan 32 anggota kelompok tani yang mengelola berbagai aktivitas berkelanjutan. Mereka menekuni pembibitan mangrove, budidaya ikan kakap merah dan kerapu, serta budidaya kepiting yang diolah menjadi produk kuliner khas bagi wisatawan. Hasil dari pembibitan mangrove juga dibagikan ke berbagai instansi, perusahaan, dan sekolah, dengan total produksi sebanyak 2.000 bibit tahun lalu untuk mendukung konservasi di wilayah lain.
Simanja tidak hanya berfungsi sebagai penopang ekosistem, tetapi juga menjadi destinasi edukasi dan wisata alam. Pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas seperti tracking mangrove, susur sungai, edukasi ekologi, pembibitan langsung, hingga eksplorasi tambak silofishery dan budidaya lebah. Setiap kegiatan dirancang untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan hutan mangrove dalam menjaga keseimbangan alam dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan kemandirian ekonomi berbasis sumber daya alam lokal, sekaligus menjadikan masyarakat sebagai pelindung alam sejati. Dengan mengintegrasikan konservasi, pendidikan, dan usaha berkelanjutan, Simanja menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lain yang menghadapi tantangan serupa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


