Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Konservasi Mangrove Simanja Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir

Kawasan mangrove Simanja di Cilacap telah pulih berkat upaya konservasi berkelanjutan, menjadi pusat edukasi, ekonomi lokal, dan perlindungan ekosistem pesisir sekaligus.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 07.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Konservasi Mangrove Simanja Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di tengah ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem pesisir, kawasan mangrove Simanja di Desa Energi Berdikari Jagapati, Cilacap, kini menjadi contoh nyata transformasi lingkungan berbasis masyarakat. Dulu lahan gundul dan terancam tergerus air laut, kini tumbuh rimbun dengan beragam spesies bakau yang menjadi penahan gelombang alami. Upaya pemulihan dimulai sejak tahun 2000 oleh Ketua Kelompok Nelayan Sida Asih, Naswan, yang memimpin gerakan penghijauan dengan tanam awal seluas dua hektare.

Kini, kawasan tersebut telah melibatkan 32 anggota kelompok tani yang mengelola berbagai aktivitas berkelanjutan. Mereka menekuni pembibitan mangrove, budidaya ikan kakap merah dan kerapu, serta budidaya kepiting yang diolah menjadi produk kuliner khas bagi wisatawan. Hasil dari pembibitan mangrove juga dibagikan ke berbagai instansi, perusahaan, dan sekolah, dengan total produksi sebanyak 2.000 bibit tahun lalu untuk mendukung konservasi di wilayah lain.

Simanja tidak hanya berfungsi sebagai penopang ekosistem, tetapi juga menjadi destinasi edukasi dan wisata alam. Pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas seperti tracking mangrove, susur sungai, edukasi ekologi, pembibitan langsung, hingga eksplorasi tambak silofishery dan budidaya lebah. Setiap kegiatan dirancang untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan hutan mangrove dalam menjaga keseimbangan alam dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan kemandirian ekonomi berbasis sumber daya alam lokal, sekaligus menjadikan masyarakat sebagai pelindung alam sejati. Dengan mengintegrasikan konservasi, pendidikan, dan usaha berkelanjutan, Simanja menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lain yang menghadapi tantangan serupa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya