Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 1.003 Orang

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal dan Tibet menyebabkan 1.003 orang tewas, dengan ratusan lainnya masih hilang di kedua wilayah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 02.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 1.003 Orang
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kematian akibat banjir bandang dan tanah longsor di kawasan perbatasan Nepal dan wilayah otonomi Tibet, Tiongkok, telah mencapai angka 1.003 jiwa. Laporan resmi dari otoritas Nepal menyebutkan 987 korban tewas, sementara media pemerintah Tiongkok melaporkan 16 kematian di wilayah Tibet. Angka ini menunjukkan eskalasi drastis dalam dampak bencana yang melanda wilayah terpencil dengan akses terbatas tersebut.

Jumlah orang yang masih hilang terus berubah seiring upaya pencarian dan identifikasi jenazah yang ditemukan. Di Nepal, jumlah korban hilang turun menjadi 3.916 orang, seiring penemuan jenazah baru dan peningkatan koordinasi tim penyelamat. Sementara di wilayah Tibet, 546 orang masih belum ditemukan, menunjukkan tantangan besar dalam operasi pencarian di daerah pegunungan yang sulit dijangkau.

Korban hilang mencakup warga negara asing dari berbagai negara. Di Nepal, 583 WNA dari lebih dari 30 negara masih belum ditemukan, dengan warga India mendominasi jumlah korban hilang. Terdapat 275 warga India dan 128 warga keturunan India yang belum ditemukan. Selain itu, tercatat 85 warga Amerika Serikat, 62 warga Ukraina, 51 warga Malaysia, 42 warga Australia, dan 33 warga Inggris yang masih hilang.

Di India, otoritas negara bagian Uttar Pradesh mengonfirmasi temuan 17 jenazah yang diduga menjadi korban banjir bandang yang terbawa oleh aliran sungai yang menghubungkan wilayah Nepal. Pihak berwenang kini tengah melakukan proses identifikasi lebih lanjut untuk memastikan identitas korban dan memberikan kepastian kepada keluarga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya