Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 1.003 Orang
Bencana banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal dan Tibet menyebabkan 1.003 orang tewas, dengan ratusan lainnya masih hilang di kedua wilayah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 02.45 WITA·👁 5 orang membaca· 0 hari ini · 19x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kematian akibat banjir bandang dan tanah longsor di kawasan perbatasan Nepal dan wilayah otonomi Tibet, Tiongkok, telah mencapai angka 1.003 jiwa. Laporan resmi dari otoritas Nepal menyebutkan 987 korban tewas, sementara media pemerintah Tiongkok melaporkan 16 kematian di wilayah Tibet. Angka ini menunjukkan eskalasi drastis dalam dampak bencana yang melanda wilayah terpencil dengan akses terbatas tersebut.
Jumlah orang yang masih hilang terus berubah seiring upaya pencarian dan identifikasi jenazah yang ditemukan. Di Nepal, jumlah korban hilang turun menjadi 3.916 orang, seiring penemuan jenazah baru dan peningkatan koordinasi tim penyelamat. Sementara di wilayah Tibet, 546 orang masih belum ditemukan, menunjukkan tantangan besar dalam operasi pencarian di daerah pegunungan yang sulit dijangkau.
Korban hilang mencakup warga negara asing dari berbagai negara. Di Nepal, 583 WNA dari lebih dari 30 negara masih belum ditemukan, dengan warga India mendominasi jumlah korban hilang. Terdapat 275 warga India dan 128 warga keturunan India yang belum ditemukan. Selain itu, tercatat 85 warga Amerika Serikat, 62 warga Ukraina, 51 warga Malaysia, 42 warga Australia, dan 33 warga Inggris yang masih hilang.
Di India, otoritas negara bagian Uttar Pradesh mengonfirmasi temuan 17 jenazah yang diduga menjadi korban banjir bandang yang terbawa oleh aliran sungai yang menghubungkan wilayah Nepal. Pihak berwenang kini tengah melakukan proses identifikasi lebih lanjut untuk memastikan identitas korban dan memberikan kepastian kepada keluarga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

