Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Korut Pertahankan Senjata Nuklir sebagai Jaminan Kedaulatan

Pyongyang menegaskan tak akan pernah melakukan denuklirisasi, menyebut senjata nuklir sebagai alat penjamin kedaulatan negara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
Korut Pertahankan Senjata Nuklir sebagai Jaminan Kedaulatan
Foto: Foto: Bahdin

Kendari, ıNarasikita - Korea Utara secara tegas menolak kemungkinan melakukan denuklirisasi, menegaskan bahwa senjata nuklir merupakan aset strategis yang tak tergantikan dalam menjaga kedaulatan nasional. Pernyataan ini disampaikan melalui pernyataan resmi yang menggambarkan komitmen kuat terhadap program militer nuklir sebagai bagian dari strategi pertahanan jangka panjang. Pihak Pyongyang menekankan bahwa keberadaan senjata nuklir bukan hanya alat ancaman, tetapi juga simbol kemandirian politik dan kekuatan nasional.

Dalam pernyataan tersebut, pemerintah Korea Utara menegaskan bahwa keputusan untuk mempertahankan program nuklir bukanlah hasil tekanan internasional, melainkan kebijakan yang telah dipertimbangkan secara matang demi keamanan negara. Mereka menyatakan bahwa ancaman militer dari negara-negara besar, khususnya Amerika Serikat, menjadi alasan utama dalam mempertahankan kapasitas nuklir. Menurut mereka, tanpa senjata nuklir, negara tidak akan mampu menjamin kebebasan dan keberlangsungan eksistensi politik.

Pernyataan ini dikeluarkan dalam konteks ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di kawasan Asia Timur, di mana Korea Utara terus menguji rudal balistik dan meningkatkan kapasitas produksi bahan nuklir. Pihak Pyongyang menegaskan bahwa program ini tidak ditujukan untuk agresi, melainkan sebagai respons terhadap kebijakan militer dan diplomasi yang dianggap provokatif oleh negara-negara barat. Mereka menegaskan bahwa keberadaan senjata nuklir adalah bentuk jaminan terhadap ancaman invasi dan intervensi asing.

Dengan menegaskan bahwa denuklirisasi tidak akan pernah terjadi, Korea Utara menunjukkan sikap yang konsisten dalam menjaga posisi strategisnya di peta geopolitik global. Pernyataan ini juga menjadi respons terhadap tekanan diplomasi yang berulang kali dilakukan oleh negara-negara Barat, khususnya AS, yang menuntut penghentian program nuklir. Namun, Pyongyang tetap bersikeras bahwa keberadaan senjata nuklir adalah bagian tak terpisahkan dari kedaulatan dan keamanan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya