Korut Pertahankan Senjata Nuklir sebagai Jaminan Kedaulatan
Pyongyang menegaskan tak akan pernah melakukan denuklirisasi, menyebut senjata nuklir sebagai alat penjamin kedaulatan negara.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Korea Utara secara tegas menolak kemungkinan melakukan denuklirisasi, menegaskan bahwa senjata nuklir merupakan aset strategis yang tak tergantikan dalam menjaga kedaulatan nasional. Pernyataan ini disampaikan melalui pernyataan resmi yang menggambarkan komitmen kuat terhadap program militer nuklir sebagai bagian dari strategi pertahanan jangka panjang. Pihak Pyongyang menekankan bahwa keberadaan senjata nuklir bukan hanya alat ancaman, tetapi juga simbol kemandirian politik dan kekuatan nasional.
Dalam pernyataan tersebut, pemerintah Korea Utara menegaskan bahwa keputusan untuk mempertahankan program nuklir bukanlah hasil tekanan internasional, melainkan kebijakan yang telah dipertimbangkan secara matang demi keamanan negara. Mereka menyatakan bahwa ancaman militer dari negara-negara besar, khususnya Amerika Serikat, menjadi alasan utama dalam mempertahankan kapasitas nuklir. Menurut mereka, tanpa senjata nuklir, negara tidak akan mampu menjamin kebebasan dan keberlangsungan eksistensi politik.
Pernyataan ini dikeluarkan dalam konteks ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di kawasan Asia Timur, di mana Korea Utara terus menguji rudal balistik dan meningkatkan kapasitas produksi bahan nuklir. Pihak Pyongyang menegaskan bahwa program ini tidak ditujukan untuk agresi, melainkan sebagai respons terhadap kebijakan militer dan diplomasi yang dianggap provokatif oleh negara-negara barat. Mereka menegaskan bahwa keberadaan senjata nuklir adalah bentuk jaminan terhadap ancaman invasi dan intervensi asing.
Dengan menegaskan bahwa denuklirisasi tidak akan pernah terjadi, Korea Utara menunjukkan sikap yang konsisten dalam menjaga posisi strategisnya di peta geopolitik global. Pernyataan ini juga menjadi respons terhadap tekanan diplomasi yang berulang kali dilakukan oleh negara-negara Barat, khususnya AS, yang menuntut penghentian program nuklir. Namun, Pyongyang tetap bersikeras bahwa keberadaan senjata nuklir adalah bagian tak terpisahkan dari kedaulatan dan keamanan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


