KPK Periksa Istri Diduga Tempatkan Aset Korupsi Ipda Yayat
KPK memeriksa istri Ipda Yayat Sudrajat terkait dugaan aset hasil korupsi, sementara penyidik terus lacak harta di berbagai wilayah.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperdalam dugaan keterlibatan Ipda Yayat Sudrajat dalam kasus korupsi melalui mekanisme perantaraan aset yang diduga disimpan melalui istri kandungnya, Rista Mardiana. Meski dijadwalkan hadir sebagai saksi di Gedung Merah Putih, Rista tidak muncul, memicu upaya pemanggilan lebih lanjut. Penyidik menyatakan bahwa rumah yang pernah digeledah merupakan bagian dari jaringan aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi, termasuk proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Proses penyelidikan kini berfokus pada mekanisme penempatan aset di berbagai lokasi, termasuk Jakarta, Depok, Bogor, Sukabumi, dan Karawang. KPK menilai Yayat, meski bukan pejabat resmi di lingkungan Pemkab Bekasi maupun pelaksana proyek swasta, memiliki keterkaitan yang tidak lazim dengan proses pengadaan barang dan jasa di daerah tersebut. Penyidik ingin mengungkap bagaimana proses pengondisian pemenang tender dan alur keuangan yang mengarah pada pihak-pihak tertentu.
Sejumlah pihak dari berbagai lapisan telah dimasukkan dalam daftar pemeriksaan, termasuk pejabat dinas seperti Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, serta tokoh swasta dan mantan pejabat daerah. Di antaranya adalah mantan Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdhan, pengusaha Sarjan, serta calon Bupati Bekasi 2024, BN Kholik. Selain itu, direksi perusahaan konstruksi dan tokoh lain yang pernah terlibat dalam proyek-proyek daerah juga menjadi fokus pemeriksaan.
Penyidik telah melakukan penggeledahan di rumah mewah Yayat yang tersebar di wilayah Cibubur dan Depok. Dugaan aset mewah yang dimiliki tersangka mencapai belasan unit, tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat. KPK menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung secara intensif, dengan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) umum yang diterapkan untuk menjangkau tersangka secara luas. Proses ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap yang menyeret Bupati Bekasi periode 2025–2030, Ade Kuswara Kunang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pilot dan Tahanan Bersatu Selamatkan Penumpang di Pulau Terpencil
Film *Plane* tayang malam ini di Bioskop Trans TV, mengisahkan pilot komersial yang harus bekerja sama dengan tahanan buronan untuk selamatkan penumpang setelah mendarat darurat di wilayah konflik di Filipina selatan.
28 September 2026

Komedian Turki Hadapi Sidang atas Dakwaan Hinaan Politik
Seorang komedian muda asal Turki diadili karena dianggap menghina presiden lewat pertunjukan satir yang viral, menimbulkan kontroversi soal kebebasan berekspresi di negara itu.
28 September 2026

KPK Periksa Anggota BPK Terkait Dugaan Intervensi Opini Audit Muara Enim
KPK memeriksa anggota BPK, Bobby Adhityo Rizaldi, sebagai saksi dalam penyidikan dugaan pengubahan opini audit BPK terhadap laporan keuangan Pemkab Muara Enim dari WDP menjadi WTP.
28 September 2026

Anggota BPK Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap Muara Enim
Anggota BPK Bobby Rizaldi diperiksa KPK selama delapan jam terkait dugaan pengkondisian opini audit Pemkab Muara Enim dari WDP menjadi WTP.
28 September 2026
Berita Lainnya

IHSG Terpanggang di 6.181 Usai Batas Harga Saham Rp1 Diberlakukan
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

28 Saham Sentuh Level Rp43 Pasca Penurunan Batas Harga Minimum
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Dipangkas untuk 2027
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

BEI Bantah Aturan Harga Saham Rp1 Picu Penurunan IHSG
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

Bayan Jamin Operasional Normal PascaTransaksi Saham 30 Persen
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

BEI Mulai Short Selling 1 Oktober, Wajib Setor Rp50 Juta
Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA

Pemerintah Tancap Gas Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi
Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA

Mojtaba Khamenei Klaim Keberhasilan Usir Musuh dari Laut Arab
Senin, 28 September 2026, 23.05 WITA

