KPPPA Minta Penanganan Komprehensif Kasus Kematian Anak Berkebutuhan Khusus
Menteri PPPA menyerukan penanganan menyeluruh terhadap kematian anak berkebutuhan khusus di Surabaya, mencakup proses hukum, pendampingan psikologis, dan perlindungan hak anak.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 43x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) meminta agar kasus kematian seorang anak berkebutuhan khusus di Surabaya ditangani secara menyeluruh, menekankan pentingnya mengungkap fakta secara transparan dan melibatkan pendampingan bagi semua pihak terkait. Menteri Arifah Fauzi menyampaikan duka mendalam atas kehilangan korban, sambil menekankan bahwa penanganan tidak boleh berhenti pada aspek hukum semata, melainkan harus mencakup aspek sosial, psikologis, dan kekeluargaan.
Dalam pernyataannya, Menteri Arifah menekankan bahwa kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan. KemenPPPA telah berkoordinasi intensif dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surabaya untuk memastikan pendampingan sesuai kebutuhan. Langkah ini mencakup pendekatan preventif dan rehabilitatif terhadap anak-anak yang terlibat, baik sebagai pelaku maupun saksi.
Penyelidikan awal menunjukkan adanya indikasi penggunaan benda-benda di sekitar lokasi kejadian yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Namun, proses penyelidikan masih berlangsung, dan KemenPPPA menekankan pentingnya kepastian hukum melalui mekanisme yang berwenang. Polrestabes Surabaya dinilai telah menunjukkan respons cepat dengan memeriksa keterlibatan anak-anak lain dalam insiden tersebut.
DP3AP2KB Kota Surabaya telah melakukan pendekatan langsung kepada keluarga korban, memberikan bantuan psikologis, serta berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan RT setempat. Selain itu, pihak terkait juga melakukan pendampingan terhadap anak berhadapan dengan hukum dan anak saksi, dengan fokus pada edukasi perilaku yang aman dan pengembangan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pengawasan.
Menteri Arifah menegaskan bahwa pendekatan yang holistik diperlukan untuk mencegah terulangnya kasus serupa. Dukungan psikologis, penguatan sistem perlindungan, serta edukasi kepada orang tua dan anak-anak menjadi kunci dalam membangun lingkungan yang aman dan inklusif bagi seluruh anak, terutama yang memiliki kebutuhan khusus.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

