Kredit Koperasi Desa di Himbara Dijamin Negara, Tak Berisiko Macet
Penyaluran kredit untuk program Koperasi Desa Merah Putih melalui bank Himbara dipastikan aman karena mendapat jaminan penuh dari negara, menjamin kualitas kredit tetap terjaga.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pembiayaan yang disalurkan oleh bank-bank milik negara dalam kerangka Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mendukung program strategis pemerintah, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dipastikan tidak akan menimbulkan risiko kredit bermasalah. Hal ini ditegaskan oleh petinggi Danantara Indonesia, yang menekankan bahwa seluruh fasilitas kredit tersebut memiliki jaminan langsung dari pemerintah, sehingga risiko gagal bayar bagi perbankan sangat kecil.
Proses penyaluran dana tidak dilakukan secara langsung oleh bank BUMN terhadap penerima manfaat, melainkan mengikuti mekanisme bisnis perbankan yang berlaku. Setiap kredit diberikan dengan prinsip business to business (B2B), melalui analisis kredit yang ketat sesuai standar industri. Dony Oskaria menjelaskan bahwa bank tidak secara langsung mendanai program pemerintah, tetapi menyediakan fasilitas kredit kepada mitra usaha yang terlibat, dengan jaminan negara sebagai penopang keamanan kredit.
Sebagai contoh, perusahaan Agrinas Pangan yang mengajukan pinjaman ke BRI mendapatkan dukungan jaminan pemerintah atas kewajiban kreditnya. Menurutnya, jaminan dari negara merupakan bentuk perlindungan terbaik yang tersedia, sehingga tidak ada alasan bagi bank untuk khawatir terhadap potensi macet. “Kalau pinjaman dijamin negara, pasti aman. Tidak mungkin macet, karena jaminannya paling kuat,” tegasnya.
Keberadaan jaminan negara juga menjadikan kualitas kredit program strategis lebih terjaga dibandingkan pembiayaan komersial biasa yang tidak memiliki penjaminan semacam itu. Dony menegaskan bahwa pemerintah telah merancang skema pembiayaan dengan prinsip yang memastikan kesehatan perbankan tetap terjaga, bahkan saat melibatkan dana dalam jumlah besar. Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi desa tanpa menimbulkan beban sistemik bagi sektor perbankan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


