Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kredit Koperasi Desa di Himbara Dijamin Negara, Tak Berisiko Macet

Penyaluran kredit untuk program Koperasi Desa Merah Putih melalui bank Himbara dipastikan aman karena mendapat jaminan penuh dari negara, menjamin kualitas kredit tetap terjaga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kredit Koperasi Desa di Himbara Dijamin Negara, Tak Berisiko Macet
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pembiayaan yang disalurkan oleh bank-bank milik negara dalam kerangka Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mendukung program strategis pemerintah, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dipastikan tidak akan menimbulkan risiko kredit bermasalah. Hal ini ditegaskan oleh petinggi Danantara Indonesia, yang menekankan bahwa seluruh fasilitas kredit tersebut memiliki jaminan langsung dari pemerintah, sehingga risiko gagal bayar bagi perbankan sangat kecil.

Proses penyaluran dana tidak dilakukan secara langsung oleh bank BUMN terhadap penerima manfaat, melainkan mengikuti mekanisme bisnis perbankan yang berlaku. Setiap kredit diberikan dengan prinsip business to business (B2B), melalui analisis kredit yang ketat sesuai standar industri. Dony Oskaria menjelaskan bahwa bank tidak secara langsung mendanai program pemerintah, tetapi menyediakan fasilitas kredit kepada mitra usaha yang terlibat, dengan jaminan negara sebagai penopang keamanan kredit.

Sebagai contoh, perusahaan Agrinas Pangan yang mengajukan pinjaman ke BRI mendapatkan dukungan jaminan pemerintah atas kewajiban kreditnya. Menurutnya, jaminan dari negara merupakan bentuk perlindungan terbaik yang tersedia, sehingga tidak ada alasan bagi bank untuk khawatir terhadap potensi macet. “Kalau pinjaman dijamin negara, pasti aman. Tidak mungkin macet, karena jaminannya paling kuat,” tegasnya.

Keberadaan jaminan negara juga menjadikan kualitas kredit program strategis lebih terjaga dibandingkan pembiayaan komersial biasa yang tidak memiliki penjaminan semacam itu. Dony menegaskan bahwa pemerintah telah merancang skema pembiayaan dengan prinsip yang memastikan kesehatan perbankan tetap terjaga, bahkan saat melibatkan dana dalam jumlah besar. Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi desa tanpa menimbulkan beban sistemik bagi sektor perbankan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya