KRI Gajah Mada Siap Tiba di Indonesia Akhir September
Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan Italia akan tiba di Indonesia pada 15–20 September, setelah berangkat dari Italia dengan pengawalan fregat negara asalnya.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia, yang kelak akan diberi nama KRI Gajah Mada, telah berangkat dari Italia pada awal pekan ini menuju Tanah Air. Perjalanan dimulai malam hari, sekitar pukul 22.00 waktu setempat, dengan tujuan akhir di perairan Indonesia. Proses pengiriman ini dilakukan atas keputusan hibah dari pemerintah Italia, yang disetujui oleh DPR RI dalam rapat paripurna pada 21 Juli lalu.
Kapal yang sebelumnya berbendera Italia dengan nama Giuseppe Garibaldi akan resmi berganti nama dan bendera setelah tiba di Indonesia. Meskipun masih berada di bawah kendali Italia selama perjalanan, kapal ini akan dikawal oleh fregat-fregat penjaga dari angkatan laut negara asalnya. Perjalanan panjang akan melintasi Terusan Suez, Laut Merah, dan sejumlah wilayah strategis lainnya.
TNI Angkatan Laut menargetkan kedatangan KRI Gajah Mada pada rentang 15 hingga 20 September. Pangkalan TNI AL Lampung telah dipersiapkan sebagai lokasi bersandar pertama kapal induk tersebut. Sebelumnya, kapal ini telah menempuh berbagai operasi militer di wilayah Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya, membuktikan kemampuan operasionalnya dalam misi udara dan serbu.
Dengan panjang 180,2 meter dan kecepatan maksimal 30 knot (sekitar 56 km/jam), kapal ini memiliki kapasitas kru hingga 600 orang, ditambah 230 personel dari satuan udara dan 100 personel komando. Dalam kondisi khusus, kapal mampu mengangkut hingga 600 pasukan komando. Didesain untuk operasi lepas landas pendek dan pendaratan vertikal (STOVL), Giuseppe Garibaldi menjadi kapal penerbangan bergeladak penuh pertama yang dibangun untuk Angkatan Laut Italia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


