Kritik Prabowo soal Pakar Tak Targetkan Semua Ilmuwan
Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan kritik Presiden Prabowo terhadap "pakar" tidak mengarah pada seluruh ilmuwan, melainkan kelompok yang mengaburkan peran akademik dengan aktivisme dan kepentingan politik.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 17.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kritik Presiden Prabowo Subianto terhadap fenomena "pakar" yang kini marak di ruang publik, menurut Menteri HAM Natalius Pigai, tidak ditujukan kepada seluruh kalangan ilmuwan atau ahli. Ia menekankan bahwa yang dimaksud adalah individu yang menggabungkan berbagai peran, seperti aktivis, influencer, buzzer, bahkan pendukung kelompok tertentu, di luar kapasitas keilmuannya. Dalam paparannya di Jakarta, Pigai menyoroti bagaimana seseorang dengan latar belakang akademik tetap bisa menjadi narasumber utama di media sosial, meski kini berperan sebagai penyebar opini politik atau pihak yang terlibat dalam dinamika kekuasaan.
Pigai menjelaskan bahwa keberadaan tokoh seperti itu menimbulkan distorsi dalam diskursus publik, terutama saat kebenaran ilmiah tergantikan oleh narasi yang didasarkan pada kepentingan atau bias. Ia mencontohkan sosok yang sebelumnya menjabat menteri, kemudian anggota DPR, pimpinan lembaga negara, dan kini aktif di media sosial—semua itu tanpa kejelasan batas antara keahlian dan peran politik. Menurutnya, fenomena ini mencerminkan munculnya "pakar post-truth" yang justru mengaburkan fakta demi memperkuat posisi tertentu.
Ia mengacu pada buku *The Death of Expertise* karya Tom Nichols untuk mendukung penjelasannya, yang menunjukkan bagaimana otoritas ilmiah terus tergerus di tengah era digital dan perdebatan publik yang dipengaruhi emosi dan polarisasi. Pigai menekankan bahwa media sosial memungkinkan siapa saja mengklaim kredibilitas tanpa verifikasi, sehingga masyarakat perlu lebih kritis dalam menilai sumber informasi. Ia meminta publik memahami bahwa tidak semua yang mengaku pakar benar-benar berbasis pada ilmu yang mendalam.
Namun, Pigai menegaskan bahwa kritik tersebut bukan bentuk penolakan terhadap ilmu pengetahuan atau ilmuwan. Justru, ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo sendiri menghargai dan mengandalkan masukan dari kalangan ilmuwan dalam proses pengambilan kebijakan. Ia menekankan pentingnya membedakan antara pendapat yang lahir dari keahlian dan yang berasal dari kepentingan politik atau jaringan kekuasaan. Dengan demikian, diskursus publik dapat tetap berbasis pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak mudah dimanipulasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

DPR Sahkan UU Reforma Agraria, Tuntutan Keadilan Tanah Terus Bergulir
Pengesahan UU Pengaturan Reforma Agraria oleh DPR menandai langkah strategis, namun memicu kritik soal proses yang terlalu cepat dan minim partisipasi publik.
22 September 2026

DPR Gelar Uji Kelayakan 25 Calon Duta Besar RI
Komisi I DPR menggelar fit and proper test untuk 25 calon duta besar RI, menilai rekam jejak, kapasitas, dan pemahaman terhadap kebijakan luar negeri Indonesia.
22 September 2026

Pemilu Terpisah Didesak untuk Kembali Fokuskan Pemilih
Anggota Komisi II DPR kembali mengusulkan pemisahan pemilihan legislatif dan presiden demi meningkatkan kualitas demokrasi dan legitimasi pemilu.
22 September 2026

15 RUU Kabupaten/Kota Kalimantan Disetujui, Perkuat Kepastian Hukum Pemerintahan Daerah
Pemerintah menyetujui 15 rancangan undang-undang pembentukan kabupaten dan kota di tiga provinsi Kalimantan untuk memperbarui dasar hukum dan memperkuat kepastian hukum penyelenggaraan pemerintahan daerah.
22 September 2026
Berita Lainnya

Penembakan di Sekolah Turki Tewaskan 5 Pelajar
Selasa, 22 September 2026, 17.54 WITA

Arab Kecam Kunjungan Netanyahu ke Terowongan Al-Aqsa
Selasa, 22 September 2026, 17.54 WITA

Pezeshkian Janjikan Perlawanan Tegas di PBB
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

Gus Yaqut Marah di Rapat soal Dugaan Penyelewengan Dana Haji
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Akuntansi Pelajari Dunia Pasar Modal Secara Langsung
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

Utang BLBI Rp218,3 Triliun Dibayar Tuntas di Masa Prabowo
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

Prabowo Panggil Djaka Budi Utama ke Istana, Fokus Bahas Kebijakan Bea Cukai
Selasa, 22 September 2026, 17.52 WITA

Bupati Bolmut Ditetapkan Tersangka Usai OTT KPK
Selasa, 22 September 2026, 17.52 WITA

