Kulkas Manusia Jadi Solusi Cepat Hadapi Panas Ekstrem di Jepang
Perangkat pendingin tubuh berbentuk bilik, yang disebut Do Hiemon Box, mulai banyak dipakai di fasilitas produksi dan konstruksi Jepang untuk menangani dampak panas ekstrem.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 20.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Di tengah musim panas terpanas dalam sejarah yang dicatat oleh Jepang pada 2025, muncul inovasi teknologi baru untuk melindungi pekerja dari risiko hipertensi akibat panas tinggi. Alat bernama Do Hiemon Box, berbentuk bilik telepon yang bisa dipindahkan, kini menjadi solusi cepat untuk menurunkan suhu tubuh dalam hitungan menit. Dengan semburan udara dingin yang langsung mengarah ke tubuh, perangkat ini dirancang khusus untuk penggunaan di lokasi kerja yang tidak memiliki penyejuk udara permanen.
Sejak diluncurkan tahun ini, lebih dari 300 unit telah terjual oleh distributor Trusco Nakayama, dengan harga per unit mencapai 1,5 juta yen atau sekitar Rp167 juta. Pemakai utamanya adalah pabrik, gudang, dan lokasi konstruksi, namun potensi penerapannya juga mulai dieksplorasi di lapangan golf dan stadion. Salah satu pengguna, Isao Tabuchi, pekerja gudang, menceritakan pengalamannya setelah merasa pusing akibat panas saat bersepeda ke tempat kerja. Ia langsung merasakan perbaikan signifikan setelah menggunakan alat tersebut.
Dalam kondisi suhu mencapai 40 derajat Celsius, otoritas cuaca Jepang bahkan memperkenalkan sebutan baru, "kokushobi", untuk menggambarkan hari dengan panas yang ekstrem dan membahayakan. Di Tokyo saja, hampir 120 kasus kematian terkait panas terjadi dalam satu bulan hingga pertengahan Agustus, sementara lebih dari 63 ribu orang membutuhkan pertolongan medis darurat sepanjang musim panas. Dampak ini juga dirasakan perusahaan, dengan 50 persen dari hasil survei Teikoku Databank melaporkan gangguan operasional akibat cuaca panas.
Untuk menanggulangi risiko tersebut, perusahaan kini wajib menyediakan perlindungan seperti pakaian berpendingin, ruang istirahat ber-AC, dan kanopi peneduh. Bahkan, pemerintah Tokyo memberi kebijakan fleksibel dengan memperbolehkan pegawai menggunakan celana pendek saat bekerja, sebuah langkah yang dianggap langka di budaya formal Jepang. Do Hiemon Box dinilai efisien karena dapat dioperasikan dari colokan listrik biasa, dilengkapi roda untuk mobilitas, dan mati otomatis setelah 20 menit guna mencegah penggunaan berlebihan.
Pengguna lain, Taichi Konishi, mengaku menggunakan alat ini hingga tiga kali sehari setelah bekerja memindahkan peralatan logam. Ia menyebut hanya dua menit di dalam bilik sudah cukup untuk mengeringkan keringat dan mengembalikan kenyamanan. Menurut Yutaka Kono dari Konoe, perusahaan tempat Tabuchi bekerja, investasi pada solusi seperti ini kini menjadi strategi penting untuk menjaga produktivitas dan daya tarik tenaga kerja, terutama di tengah kewajiban hukum yang semakin ketat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026

JLR Siap PHK 4.000 Karyawan Akibat Tekanan Persaingan Global
Jaguar Land Rover mengumumkan pemangkasan 4.000 posisi kerja sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari mobil China dan ketidakpastian pasar global.
8 September 2026

Pesawat Kargo Melampaui Batas Landasan, Tewaskan Lima Orang di Miami
Kecelakaan pesawat kargo Amazon Prime Air 7598 di Bandara Internasional Miami menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya, termasuk tiga dalam kondisi kritis, setelah melampaui batas landasan pacu saat mendarat.
7 September 2026

AS Perbarui Imbauan Keamanan untuk Wisatawan ke Brasil
Pemerintah AS memperbarui rekomendasi perjalanan ke Brasil dengan penekanan pada risiko kejahatan berkekerasan dan penculikan kilat di kawasan perkotaan.
7 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


