Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kunjungan ke Rusia Dorong Kerja Sama Ekonomi Strategis

Kunjungan Presiden Prabowo ke Vladivostok difokuskan pada pembukaan peluang ekonomi melalui diplomasi aktif berbasis kepentingan nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.49 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kunjungan ke Rusia Dorong Kerja Sama Ekonomi Strategis
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Vladivostok, Rusia, bukan sekadar agenda diplomasi formal, melainkan strategi konkret untuk membuka akses ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat. Dalam kesempatan tersebut, Presiden hadir sebagai tamu kehormatan pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, di mana ia menyampaikan pidato yang menekankan pentingnya kolaborasi global dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Kehadiran ini menjadi bagian dari pendekatan sistematis pemerintah dalam memanfaatkan forum internasional sebagai pintu masuk kerja sama strategis.

Pendekatan bebas aktif yang dianut Indonesia tidak hanya menempatkan negara sebagai pemain netral dalam dinamika global, tetapi juga sebagai pelaku aktif yang mengarahkan diplomasi untuk kepentingan nasional. Prinsip ini dijabarkan dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, yang menegaskan bahwa setiap langkah diplomasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam konteks kunjungan ke Rusia, hal ini tercermin dari upaya memperluas pasar ekspor, menarik investasi, serta memperkuat sektor pangan dan energi yang krusial bagi kemandirian ekonomi.

Rusia dipandang sebagai mitra strategis dengan potensi sumber daya alam besar dan posisi geopolitik yang menentukan. Dalam forum EEF, Presiden Prabowo mengajak pelaku usaha global untuk menanamkan modal di Indonesia, khususnya dalam sektor industri hijau dan infrastruktur. Ia juga mendorong percepatan kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia, yang diharapkan mampu meningkatkan nilai perdagangan bilateral dan membuka akses ke pasar dengan populasi hampir 290 juta konsumen.

Selain perdagangan dan investasi, fokus utama lainnya adalah kolaborasi di bidang pangan dan energi. Kedua sektor ini menjadi fondasi dalam menjaga ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Kerja sama dengan Rusia di kedua bidang dinilai krusial untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan stabilitas harga, sekaligus memperkuat industri dalam negeri. Hasil dari kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Diplomasi luar negeri dan penyelesaian isu domestik, menurut pihak pemerintah, bukan dua hal yang terpisah, melainkan dua sisi dari satu tujuan: kesejahteraan rakyat. Setiap kebijakan luar negeri dirancang agar mampu berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan ketahanan nasional. Dengan demikian, diplomasi bukan hanya soal posisi geopolitik, tetapi juga alat untuk mendorong investasi, memperkuat industri, dan menjaga kemandirian pangan serta energi, sehingga masyarakat menjadi penerima manfaat utama dari setiap langkah strategis luar negeri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya