Laba Bersih PTBA Melonjak 218% di Semester I-2026
PTBA mencatat laba bersih Rp 2,65 triliun pada H1-2026, naik 218% dibandingkan periode sama tahun lalu, didorong kenaikan harga batu bara global dan efisiensi operasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan kenaikan signifikan dalam laba bersih sebesar 218% secara tahunan, mencapai Rp 2,65 triliun pada semester pertama tahun 2026. Peningkatan ini menjadi bukti kuat pemulihan operasional di kuartal kedua, sekaligus respons strategis terhadap dinamika pasar global yang menguntungkan. Penguatan kinerja juga didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata batu bara secara global, yang turut mendorong margin laba bersih perusahaan.
Pendapatan perseroan pada periode tersebut mencapai Rp 22,03 triliun, tumbuh 8% dibandingkan H1-2025. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari, menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari sinergi antara strategi penjualan yang responsif dan program efisiensi biaya yang ketat. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap fluktuasi pasar, khususnya melalui penyesuaian volume dan jalur distribusi ekspor yang optimal.
Pencapaian operasional mencatat produksi sebesar 19,45 juta ton batu bara, dengan volume penjualan mencapai 21,1 juta ton. Penjualan ekspor tumbuh 5% menjadi 10,33 juta ton, dengan pasar utama meliputi Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand. Sementara itu, pasar domestik menyerap 51% dari total penjualan, atau setara 10,77 juta ton, menunjukkan keseimbangan yang stabil antara ekspor dan dalam negeri.
Dukungan infrastruktur juga menjadi kunci utama, dengan proyek strategis jalur angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan telah mencapai progres 93%. Pendanaan sebesar Rp 3,56 triliun dari konsorsium perbankan Himbara telah menopang peningkatan kapasitas logistik secara terintegrasi. Di sisi lain, PTBA menargetkan kontribusi bisnis diversifikasi dan hilirisasi mencapai 20% dari total pendapatan dalam empat tahun ke depan, melalui pengembangan PLTS di lahan pasca tambang yang kini telah menyerap kapasitas 1,2 Mega Watt.
Dalam memperkuat rencana tahunan, PTBA tetap optimistis mencapai target RKAP sekitar 50 juta ton hingga akhir tahun, meski rencana anggaran (RKAB) masih berada di kisaran 53 juta ton. Pencapaian ini menjadi fondasi untuk memperkuat posisi strategis perusahaan dalam industri batu bara nasional dan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


