Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Laba Bersih PTBA Melonjak 218% di Semester I-2026

PTBA mencatat laba bersih Rp 2,65 triliun pada H1-2026, naik 218% dibandingkan periode sama tahun lalu, didorong kenaikan harga batu bara global dan efisiensi operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Laba Bersih PTBA Melonjak 218% di Semester I-2026
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan kenaikan signifikan dalam laba bersih sebesar 218% secara tahunan, mencapai Rp 2,65 triliun pada semester pertama tahun 2026. Peningkatan ini menjadi bukti kuat pemulihan operasional di kuartal kedua, sekaligus respons strategis terhadap dinamika pasar global yang menguntungkan. Penguatan kinerja juga didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata batu bara secara global, yang turut mendorong margin laba bersih perusahaan.

Pendapatan perseroan pada periode tersebut mencapai Rp 22,03 triliun, tumbuh 8% dibandingkan H1-2025. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA, Una Lindasari, menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari sinergi antara strategi penjualan yang responsif dan program efisiensi biaya yang ketat. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap fluktuasi pasar, khususnya melalui penyesuaian volume dan jalur distribusi ekspor yang optimal.

Pencapaian operasional mencatat produksi sebesar 19,45 juta ton batu bara, dengan volume penjualan mencapai 21,1 juta ton. Penjualan ekspor tumbuh 5% menjadi 10,33 juta ton, dengan pasar utama meliputi Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand. Sementara itu, pasar domestik menyerap 51% dari total penjualan, atau setara 10,77 juta ton, menunjukkan keseimbangan yang stabil antara ekspor dan dalam negeri.

Dukungan infrastruktur juga menjadi kunci utama, dengan proyek strategis jalur angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan telah mencapai progres 93%. Pendanaan sebesar Rp 3,56 triliun dari konsorsium perbankan Himbara telah menopang peningkatan kapasitas logistik secara terintegrasi. Di sisi lain, PTBA menargetkan kontribusi bisnis diversifikasi dan hilirisasi mencapai 20% dari total pendapatan dalam empat tahun ke depan, melalui pengembangan PLTS di lahan pasca tambang yang kini telah menyerap kapasitas 1,2 Mega Watt.

Dalam memperkuat rencana tahunan, PTBA tetap optimistis mencapai target RKAP sekitar 50 juta ton hingga akhir tahun, meski rencana anggaran (RKAB) masih berada di kisaran 53 juta ton. Pencapaian ini menjadi fondasi untuk memperkuat posisi strategis perusahaan dalam industri batu bara nasional dan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya