Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lampung Perlu Dorong Literasi Penjaminan Simpanan

LPS mengungkap literasi penjaminan simpanan di Lampung masih di bawah rata-rata nasional, sebesar 58,5% dibanding 62,5% secara nasional, dan membutuhkan upaya khusus untuk peningkatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lampung Perlu Dorong Literasi Penjaminan Simpanan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap penjaminan simpanan di Provinsi Lampung, yang mencapai 58,5%—di bawah rata-rata nasional sebesar 62,5%. Angka ini menjadi dasar pemilihan Lampung sebagai lokasi penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026, yang bertujuan memperkuat pemahaman publik mengenai perlindungan dana di lembaga perbankan. Acara yang digelar di Novotel Bandar Lampung pada Minggu (6/9/2026) menjadi wadah interaksi langsung antara LPS dan masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menegaskan bahwa pemilihan lokasi festival bukan semata-mata untuk promosi, melainkan respons terhadap temuan lapangan yang menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan. Ia menjelaskan bahwa dari setiap 10 orang di tingkat nasional, sekitar enam orang memiliki pemahaman bahwa simpanan mereka di bank dilindungi jaminan dari LPS. Namun, di Lampung, angka tersebut turun menjadi 5,85 dari 10 orang.

Anggito menekankan bahwa angka 58,5% mencerminkan potensi yang masih besar untuk ditingkatkan. Ia menyatakan bahwa Lampung berada dalam kategori yang membutuhkan intervensi lebih intensif, baik dari sisi edukasi maupun kampanye penguatan kepercayaan publik terhadap sistem perbankan. Dengan adanya festival ini, LPS ingin memperluas akses informasi secara langsung kepada masyarakat, terutama kelompok yang belum memahami perlindungan simpanan.

Peningkatan literasi bukan hanya soal informasi, tetapi juga kepercayaan. Dengan menyediakan ruang edukasi di booth yang ramai dikunjungi, LPS berharap masyarakat Lampung dapat memahami bahwa dana yang mereka simpan di bank aman, terjamin, dan tidak perlu khawatir terhadap risiko kegagalan lembaga keuangan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat yang lebih bijak dalam mengelola keuangan dan percaya terhadap sistem perbankan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya