Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lampung Tumbuh 5,29%, Gubernur Dorong Literasi Keuangan Muda

Pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,29% pada 2026, tertinggi kedua di Sumatra, seiring upaya penguatan literasi keuangan generasi muda melalui forum keuangan nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lampung Tumbuh 5,29%, Gubernur Dorong Literasi Keuangan Muda
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada tahun 2026 mencatat angka 5,29 persen, menempatkannya sebagai daerah dengan pertumbuhan tercepat kedua di wilayah Sumatra. Pencapaian ini disampaikan langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam pembukaan Lampung Financial Festival di Bandar Lampung, yang berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026. Ia menekankan bahwa capaian tersebut didorong oleh sektor pertanian, khususnya produksi komoditas pangan strategis.

Lampung menduduki posisi keenam nasional dalam produksi gabah dan beras, sementara produksi singkong menempati peringkat pertama di tingkat nasional. Dalam konteks ini, sekitar 60 hingga 70 persen dari total produksi singkong di Indonesia berasal dari wilayah Lampung, menjadi pilar penting dalam stabilitas pangan nasional. Pemerintah daerah terus memperkuat basis pertanian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam forum yang dihadiri oleh berbagai institusi keuangan, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution, menyoroti pentingnya kesadaran keuangan di kalangan generasi muda. Ia menekankan bahwa kemudahan akses ke layanan keuangan digital justru membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi agar generasi muda tidak kehilangan kendali atas keputusan finansial pribadi.

Farid mendorong masyarakat muda untuk mengembangkan kebiasaan menabung dan berbelanja berdasarkan kebutuhan, bukan dorongan emosional atau gaya hidup. Ia menilai bahwa literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan, melainkan keterampilan hidup yang perlu dibentuk sejak dini. Di sisi lain, Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan menjadi kunci agar inklusi keuangan yang meningkat tidak berujung pada risiko keuangan pribadi yang lebih besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya