Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lansia Jakarta Timur Didorong Jadi Pelopor Kesehatan dan Lingkungan

Pemkot Jakarta Timur mendorong lansia menjadi teladan dalam kesehatan, kemandirian, dan kepedulian lingkungan melalui berbagai program preventif dan sosial.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lansia Jakarta Timur Didorong Jadi Pelopor Kesehatan dan Lingkungan
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kota Jakarta Timur menggencarkan upaya pemberdayaan warga lanjut usia dengan menekankan peran penting mereka sebagai pelopor gaya hidup sehat dan aktivitas produktif di lingkungan masing-masing. Wakil Wali Kota Kusmanto menegaskan bahwa lansia bukan beban, melainkan aset sosial yang berpotensi memberi kontribusi nyata, terutama dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan pengalaman hidup lansia sebagai modal sosial untuk memperkuat keharmonisan keluarga dan mencegah tindakan negatif seperti tawuran di kalangan remaja.

Salah satu langkah konkret yang digalakkan adalah partisipasi aktif lansia dalam gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi tetangga dan generasi muda, sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2021 tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kusmanto juga mengimbau lansia yang belum terlibat dalam aktivitas sosial untuk bergabung dalam kegiatan yang diselenggarakan di tingkat kelurahan, sebagai wadah untuk menjaga aktivitas fisik, sosial, serta pemantauan kesehatan secara rutin.

Dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional yang digelar pada 3 September, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur menyelenggarakan kegiatan bertema "Gaya Hidup Sehat untuk Lansia Produktif dan Cegah Kepikunan", diikuti oleh 200 peserta lansia. Kepala Suku Dinas Kesehatan, Arief Wahyudhy, menegaskan bahwa kemandirian lansia mencakup aspek fisik, mental, emosional, dan sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan secara preventif agar risiko penyakit seperti diabetes dan hipertensi dapat terdeteksi lebih dini.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menghadirkan Pasukan Putih—tim kesehatan yang bekerja sama dengan kader TP PKK dan Dasawisma—untuk memberikan dukungan langsung kepada lansia yang membutuhkan. Peran caregiver, baik dari keluarga maupun komunitas, juga diperkuat agar perawatan lansia lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Program seperti Cek Kesehatan Gratis, Posyandu Lansia, dan kegiatan kesehatan lainnya terus didorong agar akses layanan kesehatan bagi lansia tetap terjaga.

Dengan jumlah penduduk lansia mencapai sekitar 10 persen dari total populasi 3 juta jiwa di Jakarta Timur, upaya pemberdayaan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang sehat, aktif, dan inklusif. Fokus utamanya tetap pada pencegahan, pemberdayaan, dan keterlibatan aktif lansia sebagai agen perubahan positif di lingkungan sekitar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya